Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi pemberian suara pemilihan umum (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Pilkada Jogja, calon-calon yang bergulir dari "wajah baru" bermunculan.
Harianjogja.com, JOGJA -- Pengusaha Jogja bidang Informasi dan Teknologi (IT), Tomi Nursamsu memberanikan diri mendaftar sebagai bakal calon wakil walikota Jogja (AB2) lewat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Ditemani saudara dan sahabatnya, Jumat (13/5/2016) kemarin, Tomi mengembalikan formulir penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra di Jalan Batikan, Umbulharjo.
Ia mengaku tidak semata-mata keinginannya mendaftar, tetapi banyak juga dukungan dari keluarga, sahabat, dan warga Jogja yang menginginkan Jogja dipimpin oleh wajah baru. Dukungan itu salah satunya dibuktikan lewat Fanpage Mas Tomi Jogja. Fanpage yang ia buat sejak 20 April lalu itu setidaknya sudah lebih dari 1.000 follower.
"Warga Jogja memang menginginkan tokoh baru yang asli Jogja," kata Tomi di kantor DPC Gerindra.
Sebagai ahli dibidang IT, alumnus Fakultas Kehutanan UGM satu angkatan dengan Joko Widodo ini mengaku memang tidak pernah bergelut di bidang politik. Namun ayahnya pernah menjabat anggota DPRD Kota Jogja selama empat periode dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sejak beberapa bulan terakhir Tomi terlihat aktif menyoroti pembangunan Jogja lewat media sosial. Tulisan terbaru yang diunggah lewat akun facebooknya soal nilai fositif banyaknya hotel, kemudian solusi parkir Malioboro saat liburan.
Ia memilih daftar lewat Gerindra karena partai besutan Prabowo Subianto itu merupakan satu-satunya yang memiliki pendaftaran terbuka.
"Saya mengalir saja, selanjutnya terserah partai," kata Tomi.
Kendaraan Gerinda, Balon Harus Sowan PKS
Sementara itu, Bendahara Umum DPC Gerindra Kota Jogja, Ririk Banowati mengatakan dari banyak nama-nama yang mengambil formulir baru Tomi yang sudah mengembalikan formulir. Dalam waktu dekat Tomi juga akan diminta menyampaikan visi misi pembangunan Kota Jogja,
"Yang lainnya kami masih menunggu," katanya.
Sebelumnya yang sudah mengambil formulir penjaringa bakal calon dari Gerindra adalah Haryadi Suyuti, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Wironegoro, Sauqi Suratno, Sinarbiat Nurjanat, Heriawan Emir Nuswantoro, dan Agung Heru ST.
Menurut Ririk, semua bakal calon yang ingin maju lewat Gerindra harus sowan ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena Gerindra dan PKS sudah ada kesepakatan koalisi.
"Kami sudah sepakat koalisi dengan PKS, kalao ada calon yang akan diusung harus kesepakatan koalisi," ujarnya.
Ia menyatakan sampai saat Gerindra belum menentukan nama calon yang pasti diusung. Gerindra masih akan berkomunikasi dengan PKS untuk memunculkan calon yang akan diusung partai koalisi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
Franco Morbidelli resmi meninggalkan VR46 Racing Team setelah MotoGP 2026. Simak perjalanan kariernya dan peluang pindah ke WorldSBK 2027.
Thailand menegur Israel terkait perilaku sejumlah wisatawan di Koh Phangan, Koh Samui, dan Phuket. Thailand juga memperketat aturan bagi warga asing.
Laptop Windows mulai lambat atau penyimpanan penuh? Simak cara menghapus aplikasi dengan aman, mematikan startup, dan menggunakan Storage Sense.
Marco Bezzecchi menghadapi MotoGP San Marino 2026 di Misano, hanya beberapa kilometer dari rumahnya di Rimini. Ia masih memburu gelar juara dunia.