UN SD 2016 : Bukan Hanya Nilai UN, Catatan Budi Pekerti juga Jadi Penentu Kelulusan
JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra Siswa kelas II mengerjakan soal ujian tengah semester di SD Negeri Ngoresan 80, Solo, Senin (10/3). Ujian tengah semester untuk siswa SD di Kota Solo dimulai serentak pada 10 hingga 13 Maret 2014.
UN SD 2016 bukan satu-satunya penentu kelulusan
Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul Slamet Pamuji meminta para siswa SD tidak perlu tegang mengikuti UN. Sebab nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan.
Kelulusan siswa antara lain ditentukan oleh catatan budi pekerti siswa di sekolah selain nilai rata-rata ujian.
"SD itu enggak setegang SMA karena memang masuk pendidikan wajib belajar sembilan tahun," kata dia, Sabtu (14/5/2016).
Kendati demikian, penyelenggara UN menurutnya tetap menjaga integritas dengan mencegah kebocoran soal. Ia menggambarkan ketatnya pengamanan soal UN.
"Soal UN itu dikirim ke Pokja dari DIY dengan pengawalan petugas, di Pokja dijaga. Di sekolah ada pengawas yang mengawasi. Soalnya disampul berlapis," jelasnya lagi.
Dirinya yakin, sulit terjadi kebocoran soal di tingkat daerah atau sekolah. Selain pengamanan saat distribusi, di sekolah juga dikerahkan pengawas yang berasal dari sekolah lain. Tiap ruang ujian diawasi dua orang pengawas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share