Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Beberapa pedagang Pasar Bendungan membuat lapak darurat di halaman Koperasi Unit Desa (KUD) Bendungan, Wates, Kulonprogo untuk tempat berjualan sementara sebelum pasar darurat selesai disiapkan pemerintah, Rabu (21/4/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Kebakaran Pasar Bendungan Kulonprogo menyebabkan pedagang harus segera mendapatkan lokasi baru untuk berjualan
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pembangunan pasar relokasi pedagang Pasar Bendungan harus segera diselesaikan. Pasalnya, jika tak kunjung rampung dikhawatirkan pedagang akan mulai menempati lokasi di sekitar Pasar Bendungan lama secara liar.
Hamam Cahyadi, Ketua Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kulonprogo mengatakan bahwa pembangunan pasar darurat untuk relokasi sementara pedagang Pasar Bendungan harus dipastikan selesai tepat waktu.
“Harus segera diselesaikan agar pedagang bisa kompak menempati,”ujarnya, pada Minggu (15/5/2016).
Menurutnya, semakin lama pembanguan tersebut berjalan maka akan timbul semakin banyak masalah. Selain itu, akan semakin sulit pula menata para pedagang untuk menepati pasar darurat tersebut. Ia menjelaskan bahwa para pedagang tersebut secara alamiah pasti berusaha mencari tempat berdagang yang seadanya.
Dikahwatirkan, pedagang kemudian asal menempati lokasi di tepi jalan raya yang ramai pembeli. Hal ini kemudian akan menimbulakn permasalahan baru lagi salahs atunya mengganggu fasilitas umum. Lebih lanjut, pedagang kemudian akan menempati area lokasi pasar lama secara liar karena butuh tempat berjualan sesegera mungkin.
Karena sudah terlanjur berdagang di tempat dadakan semakin lama, Hamam menyebutkan bahwa akan semakin sulit untuk memindahkan pedagang ke lokasi pasar dadakan.
Terlebih lagi, lokasi pasar dadakan yang cenderung agaj jauh dari tepi jalan raya pasti semakin menurunkan minat pedagang jika tidak diatur dengan baik penataan dan pemindahannya.
Karena itu, Hamam mengimbau agar Pemkab mempercepat pembangunan pasar darurat tersebut. Terlebih lagi, jelang Bulan Ramadhan di mana pedagang pasti ingin segera berdagang kembali. Menurutnya, dana tak terduga juga bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan hal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.