Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Walikota Solo Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota Achmad Purnomo melakukan ziarah tabur bunga di makam ki Gede Solo, Mloyosuman, Baluwarti, Solo, Kamis (13/2). Ziarah tersebut merupakan rangkaian peringatan hari jadi Kota Solo yang ke- 269
Tradisi Jogja berupa nyadran masih terus dilakukan.
Harianjogja.com, BANTUL -- Masyarakat berkunjung ke makam ulama besar bernama Raden Trenggono atau yang kerap disebut Panembahan Bodho yang terletak perbatasan antara Desa Wijirejo, Guwosari, dan Sendangsari, Pandak, Bantul memasuki bulan Ruwah menjelang bulan puasa atau Ramadan.
Ritual doa sebagai bentuk baktinya terhadap leluhur ini merupakan ajaran dari para Wali dalam masyarakat dan dikenal dengan sebutan nyadran.
Ketua panitia acara nyadran Makam Sewu, Hariyadi menjelaskan, kata Nyandran yang sering disebut oleh masyarakat tersebut berasal dari kata Yadarona.
Menurut ajaran wali, menjelang Ramadan disunahkan untuk ziarah kubur dan sebelum masuk makam disunahan membaca Yaa Daaro Qoumin mu'miniin. Kemudian oleh orang Jawa lafal Yaadaronan diucapkan menjadi nyadran agar lebih mudah diucapkan.
Kini dalam perkembangannya, Nyadran Makam Sewu merupakan sebuah tradisi budaya religius dan merupakan sebuah aset wisata bagi pemerintah. Upacara nyadran ini diadakan rutin setiap tahunnya pada tanggal 20 bulan Syaa’ban (Ruwah) dan diikuti oleh oleh tiga desa dari dua kecamatan yakni Wijirejo, Guwosari, dan Sendangsari.
Masyarakat terlibat langsung dalam prosesi ini. Prosesi yang dimulai dengan kirab dengan mengarak gunungan dan jodhang dari balai desa Wijirejo menuju pendopo Makam sewu. Setelah berkumpul di pendopo prosesi doa dilaksanakan dan setelah selesai, barulah gunungan yang diarak diperebutkan oleh para masyarakat yang datang.
Salah satu warga Sumarni mengatakan ia selalu mengikuti upacara nyadran Makam Sewu ini, menurutnya selain menjaga tradisi, juga inti dari kegiatan ini adalah untuk mendoakan leluhur dan orang tua.
“Selalu ikut setiap tahun, karena makam orang tua juga di sini. Jadi upacara nyadran ya untuk mendoakan orang tua untuk memohonkan ampunan dosa sebelum menghadapi bulan Ramadan,”katanya, Senin (30/5/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.
Dugaan keracunan MBG di Turi, Sleman, membuat sekitar 70 siswa mendapat penanganan. Biaya rawat inap akan ditanggung BGN atau SPPG.
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.