Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Pengangguran Jogja perlu segera ditekan.
Harianjogja.com, JOGJA -- Tingginya angka pengangguran di DIY membuat Komisi D DPRD DIY mempertanyakan keseriusan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY dalam memberantas pengangguran. Mereka menilai harus ada upaya lebih keras bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melakukan tugasnya.
Dalam rapat kerja dengan Disnakertrans Senin (30/5/2016) di DPRD DIY, Ketua Komisi D DPRD DIY Yoserizal menyoroti masih tingginya angka pengangguran di DIY. Mereka mencatat saat ini masih ada sekitar 80.000 orang yang menganggur di DIY. Padahal Disnakertrans saat ini memiliki 95 program dan kegiatan untuk pengentasan angka pengangguran.
“Tapi dari jumlah itu maksimal hanya terserap 2.000 orang, paling banyak terserap di kegiatan padat karya yang tak terus menerus ada,” kata dia.
Kegiatan itu imbuhnya meliputi kegiatan-kegiatan pembangunan yang berlangsung di DIY. Mislanya proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Padahal bila proyek itu usai maka para pekerja akan kembali menganggur sampai ada pekerjaan berikutnya.
Bila hal seperti ini tak segera teratasi, Yose mengatakan akan perlu waktu yang sangat panjang untuk bisa membebaskan DIY dari pengangguran. Karenanya Disnakertans DIY mesti bisa menusun program yang komprehensif dengan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain untuk memuluskan program pengentasan pengangguran mereka.
“Perlu model pengentasan pengangguran yang progresif untuk bisa menuntaskan masalah ini, kalau tidak akan butuh waktu bertahun-tahun,” imbuh dia.
Perlu Kerja Sama
Sekretaris Disnakertrans DIY Sriyati mengakui berat bagi Disnakertrans bila bekerja sendiri mengentaskan pengangguran. Karenannya meereka menggandeng beberapa SKPD lain untuk bekerjasama menciptakan program penyediaan lapangan kerja. Beberapa SKPD yang sudah diajak bekerjasama antara lain Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) dan Dinas Sosial.
“Tugas menekan angka pengangguran ini tidak hanya di Disnakertrans saja dan melibatkan SKPD yang lain," ungkapnya.
Sriyati pun yakin bila koordinasi itu berjalan lancar maka upaya penyediaan lapangan kerja ini akan berjalan lebih efektif. Untuk 2016 ini misalnya, Disnakertrans menyediakan 95 program dan kegiatan. Dari jumlah itu, 17 diantaranye merupakan program padat karya yang mampu menyerap 1.139 tenaga kerja. Program padat karya itu pun rencananya akan diusulkan lagi tahun depan.
Mengenai anggapan kegiatan padat karya yang tak banyak mendukung pengentasan pengangguran, Sriyati menjelaskan kegiatan ini tetap memiliki efek jangka panjang yang strategis. Pasalnya hasil dari program padat karya seperti infrastruktur jalan akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi warga.
“Pengerasan jalan misalnya kalau sudah jadi bagus mobilitas warga akan semakin mudah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.
Dugaan keracunan MBG di Turi, Sleman, membuat sekitar 70 siswa mendapat penanganan. Biaya rawat inap akan ditanggung BGN atau SPPG.
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.