Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Yoga Adi Pratama dan Lina Situmorang, dua PKL UGM menunjukan surat pelarangan berjualan dari UGM di kantor LBH Jogja. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
PKL UGM bersikukuh berjualan.
Harianjogja.com, JOGJA - Pedagang kaki lima di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan akan tetap berjualan di sepanjang Jalan Olahraga-Jalan Notonogoro saat ramadan nanti. Pasalnya, pedagang ngabuburit ini sudah rutin berjualan tiap sore hari saat ramadan sejak 1990-an.
“Kami minta kepada UGM untuk tidak mengusir, melarang, membatasi, dan mengintimidasi pedagang ngabuburit,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Ngabuburit Jalan Olahraga-Jalan Notonegoro UGM, Yoga Adi Pratama di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja, Selasa (31/5/2016).
Yoga mengatakan kedatangannnya ke LBH Jogja untuk minta bantuan hukum terkait larangan berjualan di sepanjang Jalan Olaghara-Jalan Notonegoro dari UGM. Pihaknya mendapat surat pada 25 Mei lalu dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM. Surat tersebut berisi larangan berjualan di sepanjang Jalan Olahraga-Jalan Notonegoro dengan alasan ada penataan dari Kementrian Pekerjaan Umum.
Surat larangan berjualan tersebut diakui Yoga juga sudah pernah diterimanya pada 2015 lalu. Namun pihaknya tetap berjualan karena alasan ekonomi. Penjual Batagor dan Sop Buah ini mengaku sudah rutin berjualan setiap ramadan di sepanjang Jalan Olahraga-Jalan Notonegoro, karena kawasan tersebut sudah identik dengan lokasi ngabuburit,
“Sudah jadi momen tahunan,” ujar Yoga.
Senada juga diungkapkan Lina Situmorang, pedagang makanan ringan dan es buah. Ia menempati lapak di Jalan Olahraga sejak 13 tahun lalu. Pihaknya sempat diminta pindah ke lokasi Jalan Lingkar Timur UGM atau arah Polsek Bulaksumur, namun ia menolaknya.
“Saya sudah terbiasa jualan di Jalan Olahraga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.
Dugaan keracunan MBG di Turi, Sleman, membuat sekitar 70 siswa mendapat penanganan. Biaya rawat inap akan ditanggung BGN atau SPPG.
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.