PENCEMARAN AIR SUNGAI BEDOG : Warga Kembali Temukan Ribuan Ikan Mati

Sabtu, 04 Juni 2016 18:20 WIB
PENCEMARAN AIR SUNGAI BEDOG : Warga Kembali Temukan Ribuan Ikan Mati

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Anak-anak mendinginkan badan dengan berendam dan mandi di aliran sungai Bedog, Kasihan, bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (27/06/2015). Cuaca yang begitu panas mulai terasa dirasakan oleh warga, data BMKG menyebutkan bahwa pada umum wilayah indonesia akan memasuki musim kemaran pada bulan April, Mei hingga Juni seluruh wilayah di Indonesia memasuki musim kemarau.

Pencemaran air Dungai Bedog diduga menjadi penyebab ribuan ikan mati

Harianjogja.com, BANTUL- Warga Dusun Dukuh, Guwosari, Pajangan, Bantul kembali menemukan ribuan ikan mati di sepanjang sungai Bedok, Sabtu pagi (4/6/2016). Diduga ribuan ikan yang mati tersebut akibat limbah dari air sungai yang masih tercemar limbah dari salah satu pabrik di Bantul.

Salah satu warga, Yuhairi mengatakan Kejadian ini bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah kejadian yang ketiga kalinya setelah pada hari Minggu dan Jumat pekan lalu ribuan ikan juga ditemukan mengambang mati dan sekarat disepanjang sungai tersebut.

"Sejak pagi hari sudah terlihat ikan mulai mengambang dan sudah banyak yang mati, kemudian warga langsung pada turun ke sungai Bedog untuk mengambili ikan yang mati maupun masih sekarat," katanya, Sabtu (4/6/2016).

Ia mengatakan dalam sepekan terakhir saja sudah tiga kali warga menemui kasus ikan mati mendadak seperti ini. Aliran air di Sungai Bedog pun juga tidak seperti biasa, akhir-akhir ini air tampak lebih pekat dan ada bau limbah pabrik. “Kalau warga menyebut ini airnya terkena limbah blothong,” ujarnya.

Kejadian ikan mati mendadak seperti saat ini terjadi setelah pabrik mulai beroperasi. Limbah pabrik yang disinyalir dialirkan ke sungai yang menyebabkan ikan-ikan ini mati.

Warga lainnya, Ihsan mengatakan warga di bantaran sungai Bedog sudah belasan tahun harus berurusan dengan limbah pabrik tersebut, karena bukan kali ini saja warga menemukan ikan mati mendadak.

"Hampir setiap tahun ditemukan kasus ikan mati mendadak dan waktunya mesti bersamaan setelah pabrik mulai beroperasi," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online