CUACA EKSTREM : La Nina & Dipole Mode Negatif Terjadi, DIY Bakal Alami Kemarau Basah

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Minggu, 19 Juni 2016 15:20 WIB
CUACA EKSTREM : La Nina & Dipole Mode Negatif Terjadi, DIY Bakal Alami Kemarau Basah

JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto CUACA EKSTREM-Awan kelabu dilihat dari gedung bertingkat di Kota Solo, Selasa (20/3). Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika mengeluarkan peringatan dini guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di Jawa Tengah bagian utara, timur dan selatan pada bulan Maret ini.

Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengalami kemarau yang lebih basah hingga beberapa bulan ke depan.

"Awan-awan hujan terus mengalami pertumbuhan, akibat dampak dari La Nina dan Dipole Mode Negatif. Diprediksi pada Juli, curah hujan di DIY berkisar antara 21 hingga 100 milimeter," kata Koordinator Pos Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Joko Budiono, Sabtu (18/6/2016) seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, kisaran curah hujan tersebut diprediksi akan sampai pada Agustus 2016. Setelah itu akan mengalami peningkatan pada September.

"Di bulan ini, curah hujan kisaran 51-100 milimeter. Petumbuhan awan-awan hujan akan meningkat. Kemarau di Yogyakarta akan lebih basah dibandingkan normalnya," katanya.

Ia mengatakan fenomena Dipole Mode Negatif, merupakan anomali berupa bertambahnya pasokan air di wilayah Indonesia bagian barat.

"Sementara La Nina merupakan dampak dari El Nino. Pada pertama Juni ini, El Nino meluruh ke normalnya. Intensitas La Nina berkekuatan lemah hingga sedang sampai September, katanya.

Joko mengatakan, dampak positifnya bagi tanaman pangan, padi akan terpenuhi kebutuhan airnya.

"Sedangkan hortikultura, bisa buruk. Karena kelebihan air. Seperti tebu, palawija, dan tembakau," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online