Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Hanindiyo saat menunjukkan tangki Digester yang berfungsi untuk menampung biogas, di Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul, Senin (20/6/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Energi alternatif berupa biogas dimanfaatkan pedagang makanan.
Harianjogja.com, BANTUL -- Pengembangan biogas yang dihasilkan dari kotoran Sapi di Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul ternyata mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar gas bagi sejumlah warung makan dan warga masyarakat sekitar.
Sejak diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2011, hingga saat ini pengelolaan biogas di yang dikelola oleh kelompok ternak ‘Pandan Mulyo’ tersebut sudah memiliki empat tangki Digester yang berfungsi untuk menampung biogas.
Pengelola Biogas kelompok tani ‘Pandan Mulyo’ Hanindiyo, mengatakan, meskipun susah menghitung berapa hasil biogas yang dapat dihasilkan oleh empat tangki tersebut, selama ini kebutuhan bahan bakar gas bagi warung-warung makan dan kebutuhan bahan bakar gas bagi warga sekitar sudah tercukupi.
“Kurang lebih hasil biogas ini sudah dimanfatkan oleh 90-an warung makan yang ada di pinggir pantai Baru itu, dan hampir 30-an warga. Karena proses fermentasi kotoran sapi yang cepat serta stok kotoran yang cukup maka biogas terus bisa diproduksi,” katanya, Senin (20/6/2016).
Menurut dia untuk penyaluran biogas, pengelola telah memasang pipa-pipa yang menjadi jalur distribusi menuju seluruh rumah dan warung milik warga, dan hanya cukup menggunakan keran untuk membuka dan menutup aliran biogas.
Karena hasil biogas tidak berbahaya seperti gas elpiji, maka pipa yang digunakan pun hanya pipa biasa hanya saja tetap dipilih yang berbahan kuat untuk mengantisipasi kebocoran biogas dalam penyaluran.
“Penyaluran hanya menggunakan pipa biasa ini, seperti pipa air tapi kita pilih kualitas yang lbih bagus untuk mengantisipasi kebocoran,” ujar Hanin.
Ia menjelaskan untuk mengisi empat tangki digester tersebut setidaknya dalam satu hari membutuhkan kurang lebih sebanyak 600 kilogram kotoran sapi. Namun karena banyaknya hewan ternak sapi yang dikelola mencapai 200 hewan maka setidaknya kotoran sapi yang dihasilkan mencapai 1,5 ton dan sudah sangat mencukupi untuk tiga kali proses produksi biogas setiap harinya.
“Untuk memanfaatkan biogas ini, para pedagang dan masyarakat hanya dibebani iuran Rp 10.000 per bulan untuk biaya perawatan, maka dari itu jika dibandingkan menggunakan elpiji penggunaan biogas ini jauh lebih ekonomis,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Tiga wisata Purbosari Temanggung ini berada di kawasan Liyangan, mulai kolam renang mata air, homestay alam, hingga situs bersejarah.
Donald Trump yakin konflik AS-Iran segera berakhir setelah pemilu sela AS pada November, saat Partai Republik terancam kehilangan kendali DPR.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.