PPDB 2016 : Penerimaan murid Baru di Gunungkidul Secara Manual

Rabu, 22 Juni 2016 11:57 WIB
PPDB 2016 : Penerimaan murid Baru di Gunungkidul Secara Manual

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Arsyad Alawy(7) menjalani pengukuran tinggi badan saat mendaftar sebagai calon peserta didik baru di SD Negeri Lempuyangan 1, Yogyakarta, Senin (22/06/2015). Sekolah dengan sistem penerimaan peserta didik baru secara online telah diumumkan kemarin, sementara sekolah yang menerapkan sistem manual masih membuka pendaftaran hingga Rabu 24 Juni 2015.

PPDB 2016 di Gunungkidul dilaksanakansecara manual

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK/MA dilakukan serentak hari Rabu (22/6/2016) di seluruh DIY.

Namun bagi sekolah yang berstatus swasta telah memulai penerimaan beberapa waktu sebelumnya dengan tujuan untuk membuka kesempatan bagi siswa lebih lebar.

SMK Maarif Wonosari, telah membuka penerimaan bagi calon peserta didik baru jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan serentak di DIY dilakukan. Upaya tersebut diharapkan dapat memenuhi kuota enam kelas yang disediakan oleh pihak sekolah.

Salah seorang panitia pelaksana PPDB di SMK Maarif Wonosari, Setya Budi Santoso mengakui bahwa persaingan antar sekolah saat ini sangatlah ketat terutama bagi SMA Negeri dan SMK Negeri. Di Gunungkidul sendiri peminat SMK dikatakannya cukup banyak, namun permasalahannya sekolah berstatus swasta masih menjadi pilihan kedua.

"PPDB kali ini kami buka untuk semua calon pendaftar secara manual belum online. Sudah kami buka sejak pengumumuman ujian nasional SMP beberapa pekan yang lalu," kata dia, Selasa (21/6/2016).

Ia mengatakan bahwa SMK Maarif Wonosari tak mematok persyaratan khusus bagi calon pendaftar. Pihaknya justru membebaskan biaya SPP selama tiga tahun bagi siswa.

Sampai dengan hari kemarin telah masuk beberapa formulir pendaftaran dengan pilihan jurusan favorit yakni teknik otomotif, dibanding dua jurusan lainnya.

"Nanti pembayaran hanya untuk seragam sekolah dan kemungkinan biaya praktek saja. Uang SPP kami bebaskan, dihitung sebagai beasiswa," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengungkapkan bahwa PPDB resmi dibuka secara serentak yakni Rabu (22/6/2016). Namun, Bahron tak mempermasalahkan jika ada sekolah swasta yang sudah mulai menjaring murid tak sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut.

"Sebenarnya secara serentak dilaksanakan besok Rabu, tapi bagi sekolah swasta tidak masalah kalau buka pendaftaran terlebih dahulu," kata dia.

Saat disinggung mengenai sistem pelaksanaan PPDB di Gunungkidul, Bahron mengakui semua sekolah masih menggunakan sistem manual. Pihaknya memang pernah membahas terkait dengan pelaksanaan PPDB dengan sistem online namun belum ada kajian secara mendalam karena berdasarkan kebutuhan dari sekolah di Gunungkidul yang dirasa masih mampu menggunakan sistem manual.

"Belum dilaksanakan dengan cara online, sudah pernah kami kaji beberapa waktu yang lalu. Tapi kami putuskan bahwa penggunaan sistem online dinilai belum menjadi suatu kebutuhan yang urgent bagi sekolah," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online