PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Beberapa orang tampak menunggu bus di Terminal Jombor pada Kamis (31/7/2014) siang. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Mudik lebaran 2016, Dishubkominfo akan mengecek kesiapan seluruh angkutan lebaran pekan depan. Pengecekan dan penertiban angkutan lebaran
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman akan mengecek kesiapan seluruh angkutan lebaran pekan depan. Pengecekan dan penertiban angkutan lebaran itu dilakukan untuk menjamin keselamatan pemudik.
Kepala Seksi Angkutan dan Terminal Dishubkominfo Sleman, Marjanto mengatakan, operasi penertiban dan pengecekan angkutan lebaran akan dilaksanakan pekan depan. Operasi tersebut akan digelar di beberapa titik tertentu.
"Sudah kami jadwalkan baik waktu dan lokasinya. Tinggal pelaksanaan di lapangan," kata Marjanto, Rabu (22/6/2016).
Dia menjelaskan, penertiban dan pemeriksaan kelaikan angkutan lebaran itu tidak hanya dilakukan secara fisik tetapi juga secara administratif. Mulai kelengkapan surat-surat kendaraan hingga izin operasional (trayek) kendaraan. Marjanto menyontohkan, bus yang dilengkapi AC harus memiliki alat pemecah kaca dan alat pemadam kebakaran.
Bila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam proses penertiban tersebut, Dishubkominfo akan memberi surat peringatan. Angkutan lebaran tidak diperbolehkan digunakan sebelum memenuhi persyaratan kelaikan jalan.
"Kami tidak hanya memeriksa kelengkapan syarat kelayakan kendaraan yang sifatnya administratif, tetapi juga hal-hal teknis. Terutama terkait standar keselamatan penumpang dan kendaraan," ujarnya.
Selain kendaraan, Dishubkominfo juga akan memeriksa kondisi pengemudi yang akan membawa para pemudik. Dalam konteks ini, lanjutnya, Dishubkominfo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman untuk mengecek kondisi supir.
"Para supir juga akan kami pemeriksa secara umum. Seperti cek tensi darah dan urine. Kami harapakan pengemudi yang beroperasi sehat semua," ujar Mardjanto.
Dia mengingatkan agar penumpang angkutan mudik turut memperhatikan kelayakan kendaraan yang ditumpanginya. Hal itu akan berdampak pada keselamatan penumpang selama perjalanan.
"Partisipasi penumpang atau calon penumpang dibutuhkan. Mereka juga perlu ikut mengawasi perilaku supir dan kelaikan angkutan lebaran," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dishubkominfo Sleman, Sulton Fathoni mengemukakan, operasi penertiban angkutan layak jalan ini dilakukan sebagai upaya untuk menjamin keselamatan para pemudik. Menurutnya, salah satu faktor terjadinya kecelakaan akibat ketidaklayakan kendaraan yang digunakan.
"Faktor lainnya disebabkan kelalaian pengemudi. Nah, untuk menghindari terjadinya itu, kami lakukan pengecekan dan penertiban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 13 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.