Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah wisatawan berjalan menuju jalan Malioboro seperti terlihat saat melintas di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Jumat (09/10/2015). Untuk menghindari paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada saat siang hari dan udara panas yang menyengat, para wisatawan lebih banyak memilih waktu kunjungan luar ruang di Yogyakarta pada sore atau malam hari.
Wisata Jogja di Jalan Malioboro akan bertambah destinasi dengan rencana pendirian Museum Urban Planning
Harianjogja.com, JOGJA – Rencana mengubah kantor Dinas Pariwisata DIY di Malioboro menjadi museum Urban Planning semakin matang. Bila tak ada kendala tahun depan proses pembangunan museum yang memuat sejarah dan masa depan tata ruang DIY ini sudah bisa dimulai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Rani Sjamsinarsi Jumat (24/6/2016) mengatakan saat ini desain teknis untuk museum itu sudah berada di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang untuk dikaji lebih lanjut.
Rani menuturkan bangunan yang akan dibangun dengan menggunakan anggaran Dana Keistimewaan (Danais) ini rencananya segera dibangun segera setelah pembebasan lahan selesai.
“Kalau tahun ini bisa selesai ya tahun depan kita sudah mulai menggarapnya,” kata dia
Sampai saat ini desain bangunan itu mengacu pada Peraturan Daerah Kkota Jogja No.1/2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTK). Dalam Perda itu diatur ketinggian bangunan maksimal 32 meter dengan sudut elevasi maksimal 45 derajat dari sumbu jalan. Untuk mengakomodir peraturan itu, bangunan museum nanti akan lebih mundur ketimbang deretan bangunan lain yang sudah berdiri lebih dahulu.
“Yang mundur hanya yang baru saja, kalau yang lain tetap. Kita mengikuti peraturan yang ditetapkan Pemkot,” imbuh Rani.
Museum Urban Planning ini akan memuat seluruh informasi seputar tata ruang kota Jogja dan DIY. Ide museum ini diambil dari museum serupa yang ada di Singapura dan Shanghai. Meskipun demikian museum Urban Planning di DIY ini akan lebih lengkap karena juga memuat evolusi tata ruang di DIY sejak era pemerintahan Pangeran Mangkubumi.
Penempatan museum di wilayah Malioboro pun dinilai tepat karena kawasan Malioboro termasuk dalam sumbu filosofis Kraton Yogyakarta. Dengan begitu pengunjung yang datang ke kawasan ikonik ini tak sekadar berjalan-jalan dan berbelanja, namun juga menggali informasi lebih jauh konsep tata ruang DIY.
“Rencananya akan ada konsep DIY masa depan, sekitar 30-50 tahun lagi,” pungkas perempuan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah DIY ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Harga minyak Brent turun ke US$106,04 per barel seiring prospek pasokan diesel Rusia, di tengah kontroversi impor bahan bakar di AS.
Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara di tambang emas Sudan dekat perbatasan Mesir. Pemerintah memerintahkan penyelidikan.
Tiga rudal Houthi dilaporkan mengarah ke Riyadh dan Khamis Mushait. Arab Saudi menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat.
KPK mengirim surat panggilan ulang kepada Nusron Wahid sebagai saksi dugaan korupsi di ATR/BPN, terkait suap pengurusan sertifikat tanah di Bogor.
Prabowo menyiapkan Rp2 miliar untuk pengeboran 200 titik air dan mengirim 200 pompa guna menangani karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.