Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Muslimah wirausaha di Jogja, Jogja Muslimah Preneur Community mendukung kegiatan usaha anggotanya
Harianjogja.com, JOGJA- Geliat usaha di Jogja semakin menggairahkan. Tak hanya kaum laki-laki saja yang sukses berwirausaha di berbagai bidang usaha di Kota Pelajar ini. Kaum perempuan, terutama muslimah, kini juga mulai getol mendalami kewirausahaan.
Namun, banyak pula muslimah yang masih belum memahami betul seluk beluk dunia bisnis. Guna mendorong industri kreatif dan kemauan berwirausaha para perempuan, komunitas Jogja Muslimah-Preneur (JMP) ini terbentuk.
Komunitas ini lahir dari ide tiga muslimah ini, Afniarosa Zuchrufia, Iffah M Dewi dan Dian Septiani R. Ketiganya memiliki gagasan untuk mendorong ilmu kewirausahaan para muslimah agar dapat terasah. Terutama muslimah muda yang masih awam pada dunia usaha.
"Kami berpikir, kenapa tidak membuat komunitas yang isinya muslimah. Karena saya pribadi juga awalnya punya kepentingan untuk menambah ilmu kewirausahaan, tapi selama ini enggak tahu harus belajar di mana," ujar Afniarosa Zuchrufia, selaku Vice President JMP saat ditemui Harianjogja.com di RM Demangan, Rabu (22/6/2016).
Pemilik usaha clothing AFHJ Indonesia ini mengungkapkan persoalan yang dihadapinya kala itu dalam merintis usaha dapat dialami oleh banyak perempuan muslim di mana pun.
Bagi pemula, pastinya akan kesulitan mencari ilmu tentang berwirausaha yang baik harus seperti apa. Bahkan, tak hanya menyoalkan tentang bisnis semata, tetapi juga menjadi ajang silahturahmi dan syiar agama untuk para muslimah, terutama anak muda.
"Karena kalau mau ikut pengajian, kebanyakan ibu-ibu [paruh baya]. Lalu muncul ide untuk membentuk Jogja Muslimah Preneur," ungkap perempuan yang akrab disapa Nia ini.
Pada penghujung tahun 2014, untuk merealisasikan gagasan tersebut ketiga muslimah ini mencoba membuat sebuah forum diskusi. Target peserta kala itu hanya sepuluh orang dengan mendatangkan narasumber seorang muslimah sukses asal Jakarta. Namun, tak disangka peminat acara tersebut membludak hingga 60 peserta.
Sejak saat itu, para peserta yang datang menjadi bagian dari komunitas tersebut. Hingga akhirnya, pada bulan April 2015, komunitas ini mendeklarasikan diri sebagai salah satu komunitas baru di Jogja.
"Saat ini jumlah member kami sudah mencapai 230 sampai 250 orang. Berawal dari Jogja dan sekitarnya. Jenis usahanya beragam, dari clothing, food, home decor dan unit usaha lainnya," imbuh Dian Septiani R, pemilik Disera Label.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Inflasi Indonesia mencapai 3,28% pada September 2026. Tito Karnavian meminta pemda mengawasi harga beras, telur, dan daging ayam ras.
Karhutla membakar lahan di Sulawesi dan Ternate, sementara banjir di Aceh Tamiang merendam empat kecamatan dan memaksa 222 KK mengungsi.
Dispusip Bantul menargetkan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 8,6 dan Tingkat Kegemaran Membaca 60 pada 2026.
Sebanyak 60.177 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan karhutla di enam provinsi, dengan fokus utama Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar, tetapi Pieter Huistra menegaskan evaluasi tetap diperlukan sebelum menghadapi Persebaya.