PPDB 2016 : Panitia PPDB Tegaskan Wawancara Bukan Seleksi

Uli Febriarni
Uli Febriarni Senin, 27 Juni 2016 17:55 WIB
PPDB 2016 : Panitia PPDB Tegaskan Wawancara Bukan Seleksi

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah calon siswa menjalani pengukuran tinggi badan saat mendaftar di SMK Negeri 6 Yogyakarta, Rabu (01/07/2015). Di sekolah kejuruan yang memiliki tujuh jurusan dan empat keahlian itu akan menerima 416 siswa baru, 103 diantaranya telah terseleksi melaui jalur Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Pendaftarasn siswa baru digelar hingga 3 Juli 2015.

PPDB 2016 di Jogja ditemukan sejumlah sekolah melakukan wawancara terhadap calon siswa

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah sekolah menerapkan kebijakan wawancara dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016 di Kota Jogja.

Meski demikian, panitia menyatakan tahapan wawancara bukan masuk dalam agenda seleksi, melainkan pemantapan memasuki lingkungan pendidikan di sekolah tersebut.

Ketua Panitia PPDB 2016 Kota Jogja Samiyo pada Minggu (26/6/2016) menuturkan, wawancara yang diterapkan sekolah dalam proses PPDB bukan menjadi penentu diterimanya seorang calon peserta didik di sebuah sekolah, melainkan sebagai bentuk penggalian pemantapan niat calon siswa untuk menjalani Kegiatan Belajar Mengajar di sebuah sekolah.

"Adanya kemantapan dalam hati seorang anak dalam memilih sekolah, dapat membantu proses pembelajaran dapat belajar dengan baik," ungkapnya.

Dengan menggunakan sistem yang sama dengan tahun sebelumnya, ia menyatakan PPDB yang berakhir pada Sabtu (25/6/2016) lalu menunjukkan masyarakat sudah semakin familiar dengan sistem Real Time Online, meskipun warga tetap harus melakukan proses pendaftaran ulang.

Kota Jogja sendiri membuka kuota 9.230 siswa untuk jenjang Sekolah Menengah Atas, dengan 1.768 kursi bagi kuota siswa dalam Kota Jogja [pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) dan non KMS serta 816 kursi bagi kuota siswa dari luar Kota Jogja.

Sementara untuk kuota untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan tidak dibedakan antara dalam atau luar Kota Jogja, melainkan 25% kuota bagi siswa pemilik KMS dan 75% bagi non KMS.

Kepala SMK Negeri 4 Jogja Setyo Budi menyatakan, pihaknya merupakan salah satu sekolah yang menerapkan tahapan wawancara bagi calon peserta didik.

Bahkan ia menyebut proses wawancara dilakukan cukup lama, tahapan ini dimaksudkan untuk menggali potensi dan mengetahui betul minat dan potensi calon peserta didik.

"Kami juga ingin mengetahui, apa yang akan mereka lakukan selama mengenyam pendidikan di sini [SMK N 4 Jogja] , dan apa yang akan mereka lakukan dengan ilmu yang sudah mereka miliki nanti," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis