LALU LINTAS SLEMAN : 300 Personel Brimob Amankan Pelaksanaan Takbir Keliling

Sunartono
Sunartono Selasa, 05 Juli 2016 17:20 WIB
LALU LINTAS SLEMAN : 300 Personel Brimob Amankan Pelaksanaan Takbir Keliling

Anggota Satbrimob yang disiagakan di Polres Sleman untuk membantu pengamanan Lebaran, khususnya pelaksanaan takbir keliling pada Selasa (5/7/2016) malam. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Lalu lintas Sleman terutama saat pelaksanaan takbir diawasi anggota Brimob.

Harianjogja.com, SLEMAN - Polda DIY mengerahkan tiga kompi Brimob atau sekitar 300 personel untuk mengamankan pelaksanaan takbir keliling di sejumlah tempat di DIY. Kepolisian akan menindaktegas peserta takbir keliling jika tidak sesuai aturan seperti melanggar lalu lintas.

Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat menjelaskan, pasukan Brimob sengaja dikerahkan untuk memberikan rasa aman bagi warga maupun pemudik yang melintas terutama saat malam takbiran. Brimob tetap akan diturunkan ke lapangan untuk mengamankan takbir keliling.

"Takbir keliling, selain ada Sabhara dan Lalu Lintas, kami turunkan juga Brimob tiga kompi. Sengaja kami perbanyak," terangnya saat kunjungan di Mapolres Sleman, Senin (4/7/2016).

Pengerahan pasukan secara besar-besaran merupakan salahsatu metode untuk mencapai zero accident sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dalam berlebaran tanpa adanya gangguan adanya kejadian atau peristiwa besar. Prasta mengatakan, pihaknya tidak akan melarang masyarakat untuk melakukan takbir keliling ke jalan raya. Akantetapi ia meminta harus sesuai prosedur. Jika dalam prakteknya takbir keliling justru menganggu kamtibmas tentu akan ditindak tegas.

Para peserta takbir keliling, kata dia, tidak boleh menggunakan atribut aneh yang bisa menganggu ketertiban orang. Boleh menggunakan motor namun harus mentaati aturan seperti memakai helm dan tidak menggunakan knalpot blombongan. Jika ditemukan ada sekelompok massa yang melakukan takbir justru dengan menggeberkan motor blombongan, pihaknya akan menerjunkan Brimob untuk melakukan operasi skala besar terhadap kelompok tersebut.

"Kalau motornya greng, greng blombongan, jadinya bukan bukan takbir yang terdengar. Kita operasi skala besar. Kalau liar langsung kami sekat dan bubarkan. Kalau hanya sekedar ramai motornya kan tidak ada hikmah lebarannya, ini takbir Allahuakbar, kalau caranya tidak tepat," terang Kapolda.

"Jangan coba coba tidak pakai helm. Brimob yang kami terjunkan kalau ada yang macam-macam," timpalnya lagi.

Ditanya perihal kemungkinan ormas yang melakukan takbir keliling, Prasta mengaku tidak ada perbedaan pengamanan. Meski anggota ormas jika ditemukan ada tindakan liar dan tidak sesuai dengan hikmah takbir keliling itu, pihaknya berjanji akan menindak tegas meski anggota ormas sekalipun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online