PEMDA DIY : Punya Tugas Banyak, DIY Punya Wakil Kepala Dinas Kebudayaan

Jumali
Jumali Kamis, 14 Juli 2016 20:20 WIB
PEMDA DIY : Punya Tugas Banyak, DIY Punya Wakil Kepala Dinas Kebudayaan

ilustrasi (google.news)

Pemda DIY membuat keputusan baru untuk struktural di Dinas Kebudayaan.

Harianjogja.com, JOGJA — Pemda DIY menciptakan sejarah baru dengan kali pertama menjadi daerah yang memiliki Wakil Kepala Dinas Kebudayaan di Indonesia. Banyaknya tugas dan fungsi dari Dinas Kebudayaan menjadi alasan bagi Pemda DIY untuk membuat satu jabatan baru tersebut.

“Karena kami perlu terus menjaga kebudayaan dan menghidupinya. Ini adalah jabatan baru dan baru kami yang memiliki Wakil Kepala Dinas Kebudayaan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono usai Pelantikan Jabatan Eselon II Pemda DIY di Kepatihan, Jogja, Rabu (13/7/2016) siang.

Posisi Wakil Kepala Dinas Kebudayaan terpilih ialah Singgih Raharjo. Singgih dikukuhkan sebagai Wakil Kepala Dinas Kebudayaan bersama dengan enam pejabat eselon II lainnya.

Adapun keenam pejabat eselon lainnya yang dilantik kemarin antara lain adalah Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Hananto Hadi Purnomo, Krido Suprayitno sebagai Kepala Pelaksana BPBD DIY, Tri Sakyana sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Untuk posisi Kepala Dinas Kesehatan diisi oleh Pembajun Setyaningastutie, Rony Primanto Hari sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Etty Kumolowati menjadi Direktur RSJ Grashia dan Sugeng Purwanta sebagai Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda DIY.

“Nantinya pak Singgih akan menjalankan fungsinya. Apalagi pada 2016 ini banyak kegiatan budaya digelar di Jogja. Salah satunya adalah Peringatan Hari Jadi Museum Nasional. Ini bukti kami serius soal budaya,” ucapnya.

Terpisah Kepala BKD DIY Agus Supriyanto mengatakan ketujuh orang yang dilantik kemarin siang adalah hasil dari penjaringan dengan sistem lelang jabatan untuk Aparatur Sipil Nasional (ASN). Semula BKD mencatat ada 51 orang mendaftar untuk mengisi ketujuh jabatan yang ada. Namun dalam perkembangannya mereka yang dinyatakan lolos dalam tes. Adapun tes untuk posisi eselon II di antaranya adalah psikotes dan tes uji gagasan.

“Sifatnya terbuka. Selain ada yang dari kabupaten dan kota. Tes ini juga sempat diikuti oleh sejumlah pegawai di Kementrian. Untuk yang dari akademisi kebetulan tidak ada,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online