Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pilkada Jogja akan digelar tahun depan, saat ini partai mulai menjaring koalisi
Harianjogja.com, JOGJA-Pendaftaran bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Jogja dari jalur partai politik tinggal sekitar 1,5 bulan. Sejumlah partai politik masih intens membangun komunikasi untuk memantapkan teman koalisi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meski sudah menawarkan kontrak politik kepada dua figure bakal calon walikota Haryadi Suyuti dan Ahmad Syauqi Suratno, namun belum ada kepastian kendaraan politiknya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Jogja Muhammad Syafi’i mengatakan hampir semua partai masih mempertimbangkan untung rugi dalam menjalin koalisi.
“Kami juga sama masih dalam pertimbangan, makanya komunikasi semakin intens tidak boleh lengah,” kata Syafi’I saat dihubungi Jumat (12/8/2016).
Syafi’i menargetkan kadernya bisa duduk sebagai wakil walikota. Ada tiga kader PKS yang ditawarkan untuk mendampingi bakal calon walikota. Ketiganya adalah Zuhrif Hudaya, Basuki Abdurahman, dan Dwi Budi Utomo.
Syafi’i mengaku sampai saat ini DPP pun masih menunggu perkembangan peta politik di daerah sebagai bahan mengeluarkan rekomendasi, “Kami update terus berbagai perkembangan arah politik ke pengurus pusat,” ujar dia.
Sejauh ini diakuinya komunikasi paling intens dengan Gerindra, Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Anton Prabu Semendawai juga mengaku masih menunggu rekomendasi pusat. Saat disinggung soal peluang untuk dukungan ke Haryadi dan Syauqi, Anton mengatakan kedua nama itu sama-sama besar peluangnya, “Kami masih menunggu rekomendasi,” katanya.
Haryadi Suyuti dan Syauqi sama-sama ikut penjaringan di Partai Gerindra bersama empat bakal calon lainnya, yakni yakni Sinarbiat Nurjanat, Aji Kusmanto, Tomi Nursamsu, dan Haryawan Emir Nuswantoro.
Ketua DPD PAN Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan partainya masih mempertimbangkan untung rugi dalam menentukan teman koalisi. Meski namanya diperebutkan sebagai pendamping Haryadi dan Imam Priyono, namun dirinya tidak bisa membuat keputusan. Secara pribadi dia mengaku siap jadi calon wakil walikota, “Semuanya tergantung pusat,” ucap dia.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Antonius Fokki Ardianto mengatakan sampai saat ini masih mencari dan mengkaji figur bakal calon wakil walikota untuk mendampingi Imam Priyono.
Sejauh ini ia mengklaim partai politik yang berpeluang mendukung Imam Priyono adalah Partai Nasdem dan PKB, karena Nasdem yang memiliki satu kursi di DPRD Kota Jogja selama ini menjadi satu fraksi dengan Fraksi PDI Perjuangan. PKB, kata dia, meski tidak memiliki kursi di dewan, namun memiliki basis massa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Batuk lebih dari dua pekan, demam malam, dan berat badan turun bisa menjadi gejala TB. Kenali tanda-tandanya dan kapan harus periksa.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp2,08 miliar dari setoran pejabat pemkab dan potongan upah pungut.