IDULADHA 2016 : Hewan Kurban di Bantul Diperiksa, Apa Hasilnya?
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan mengobati mata sapi yang sakit karena serangan lalat di Desa Gampengrejo, Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/9/2015). Sejumlah sapi yang akan dijadikan hewan kurban pada Iduladha 2015 di daerah tersebut mengalami sakit pada kelopak mata karena serangan lalat yang lebih agresif pada musim kemarau 2015 ini. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)
Iduladha 2016 dimulai dengan melakukan pemeriksaan hewan kurban
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Bantul, mulai melakukan pemeriksaan hewan ternak menjelang hari raya Iduladha 1437 H, Senin (15/8/2016).
Dinpertanhut melakukan pemeriksaan hewan ternak khususnya pada hewan-hewan yang dijual pedagang besar mulai 15 Agustus hingga 12 September 2016 mendatang pada saat hari H pelaksanaan hari raya Idul Adha.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul Pulung Haryadi mengatakan pada hari pertama ini telah dilakasanaan pemeriksaan di dua titik yaitu di Kecamatan Kasihan dan Kecamatan Sanden.
"Sejauh ini belum kami temukan hewan ternak yang terindikasi terjangkit penyakit" kata Pulung saat di Hubungi Harianjogja.com.
Pulung menargetkan selama satu bulan ke depan akan memerikasa hewan ternak di 1.000 titik di Bantul, 26 titik di antaranya khusus para pedagang besar. Dispertahut juga akan melakukan pelatihan terhadap para takmir masjid dalam menyembelih hewan kurban dan akan diberikan pengetahuan tentang kesehatan hewan kurban.
Pemeriksaan ini ditujukan agar hewan kurban sehat dan benar-benar layak dikonsumsi. Pemeriksaan ini dilakukan oleh petugas dari Dispertanhut Bantul di sejumlah peternakan yang ada di Bantul. Dalam pemeriksaan hewan ternak ini, para petugas memeriksa hewan kurban dari matanya, bibir, gigi, dan selanjutnya pemeriksaan faeses jika memang ada indikasi penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share