HAJI 2016 : Tiga Calon Haji DIY Batal Berangkat, 8 Tertunda

Sunartono
Sunartono Selasa, 23 Agustus 2016 04:20 WIB
HAJI 2016 : Tiga Calon Haji DIY Batal Berangkat, 8 Tertunda

Jemaah calon haji kelompok terbang pertama di Embarkasi Solo yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah menaiki tangga pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Solo, di Ngemplak, Boyolali, Senin (1/9/2014). Sebanyak 363 calon haji kloter pertama itu diterbangkan menuju Jedah, Arab Saudi dengan pesawat bernomor penerbangan GA-600. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)

Haji 2016 dari DIY masih ada yang bermasalah sehingga ditunda berangkat

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak tiga orang jemaah calon haji DIY batal diberangkatkan atau dipaksa mengundurkan diri karena kondisi kesehatan yang tidak bisa ditolelir.

Sementara delapan calon haji lainnya yang juga sakit kemungkinan akan diberangkatkan, namun menunggu perawatan.

Tiga jemaah calon haji yang batal diberangkatkan adalah Sutarto Harjo Dikromo dari Ngemplak, Sleman; Harjani Taroji Abdul Rahim dan Moh. Toha Abdul Djabar, keduanya dari Krodan, Maguwoharjo, Sleman.

"Batal diberangkatkan karena sakitnya tidak bisa ditoleransi. Sakit gagal ginjal, selain itu tidak ada pendampingnya," kata Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh, Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) DIY, Noor Hamid, saat dihubungi Senin (22/8/2016).

Sementara, delapan jemaah calon haji yang tertunda keberangkatannya diakui Hamid beberapa alasan, yakni sakit namun masih dapat rekomendasi bisa berangkat dari pihak rumah sakit.

Mereka yakni Sri Pujiati Surachman asal Cebongan Lor, Tlogoadi, Mlati, Sleman, menderita kanker di mata, dan Bakin Zaini Mustahid asal Ngentak, Pondokrejo Tempel, sakit Jantung. Keduanya berasal dari Kloter 29 SOC asal Sleman yang kini dirawat di Rumah Sakit Moewardi Solo.

Kemudian sepasang suami istri Komarudin dan Herawati masih dalam perawatan di rumahnya di Blunyahgede, Mlati, Sleman. Lalu, Ahmad Nurpat dan isterinya Anis Eni Purwati asal Sentolo, Kulonprogo juga masih dirawat di rumahnya.

Sedangkan dua calon haji lainnya tertunda karena visanya bermasalah. Keduanya adalah pasangan suami isteri asal Balecatur, Gamping Sleman, Aruji Siswantoro dan Indriawati.

Menurut Hamid, sepasang pasutri yang bermasalah visanya karena nama yang tertera dalam visa berbeda dengan nama yang tertulis di paspor. Ia khawatir persoalan tersebut bisa menghambat ketika sampai di Saudi Arabia.

Keduanya saat ini masih di Transit Embarkasi Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, "Mudah-mudahan revisi paspor bisa segera kelar, kemudian diberangkatkan," kata Hamid. Sementara jemaah yang sakit, Hamid menyatakan harus menunggu rekomendasi dari pihak rumah sakit.

Jumlah jemaah calon haji DIY totalnya 2.484 orang, termasuk yang sakit dan gagal berangkat. Mereka terdiri dari 7 kelompok terbang 23-29. Diberangkatkan melalui Embarkasi Donohudan, Boyolali sejak 17-21 Agustus lalu ke Arab Saudi menuju Madinah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online