PENATAAN STASIUN TUGU : Pedagang Menduga Penertiban untuk PKL Tanpa KBP

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Rabu, 31 Agustus 2016 03:20 WIB
 PENATAAN STASIUN TUGU : Pedagang Menduga Penertiban untuk PKL Tanpa KBP

HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO KERETA BARU: Kereta Joglosemar Banyu Biru (kiri) siap melayani para penumpang di stasiun Tugu, Jogja, Jumat (26/2). Kereta jurursan Jogja-Solo-Semarang PP ini sediannya akan beroperasi empat kali perjalanan dalam sehari secara resmi pada 1 Maret mendatang.

Penataan Stasiun Tugu masih terganjal masalah pedagang di Jalan Pasar Kembang

Harianjogja.com, JOGJA -- Para pedagang di sepanjang Jalan Pasar Kembang berkukuh enggan dipindah meski PT.Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan September besok kawasan tersebut bersih dari pedagang. Mereka menganggap sebagai pedagang resmi dan lahan yang ditempati untuk berjualan pun merupakan Sultan Ground dan bukan milik PT.KAI.

Ketua Paguyuban Pedagang Jalan Pasar Kembang 'Manunggal Karso', Rudi Tri Purnama mengaku sejauh ini baru sekali PT.KAI mensosialisasikan soal penertiban kawasan Jalan Pasar Kembang pada akhir Mei lalu. Setelah itu sampai saat ini tidak ada lagi sosialisasi. Ia justeru kaget mengetahui ada penertiban pada September mendatang dari media massa.

Rudi menduga yang ditertibkan KAI adalah pedagang kaki lima (PKL) yang tidak memiliki Kartu Bukti Pedagang (KBP)

"Mungkin yang akan ditertibkan itu PKL. Kalau kami kan bukan PKL tapi pedagang resmi yang dilindungi Pemerintah Kota," katanya.

Karena itu pedagang yang memiliki KBP, kata Rudi, akan tetap bertahan kecuali ada intruksi dari Kraton dan Pemerintah Kota Jogja.

"Kalau ada kebijakan dan solusi dari Kraton dan Pemkot kami pertimbangkan," ujar dia

Selama ini ia menyatakan akan mendukung upaya penataan Stasiun Tugu, namun diharapkan penataan itu tidak mengorbankan pedagang yang selama ini sudah berjualan cukup lama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online