SMP Swasta Ikut Kebagian Dana Insentif Daerah

Rima Sekarani
Rima Sekarani Kamis, 08 September 2016 22:20 WIB
SMP Swasta Ikut Kebagian Dana Insentif Daerah

SMP Swasta di Kulonprogo ikut kebagian dana insentif daerah

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo menerima Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat hingga lebih dari Rp14 miliar. Sekitar Rp1,3 miliar diantaranya dialokasikan untuk peningkatan sarana dan prasarana SMP swasta.

Kepala Dindik Kulonprogo, Sumarsana mengatakan, sebagian DID digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas bagi tiga SMP swasta dan pembangunan ruang kelas baru bagi satu SMP swasta. Nilai proyeknya mencapai Rp578 juta. “Ini masih dalam proses lelang,” ucap Sumarsana, Selasa (6/9/2016).

Sumarsana, Pemkab Kulonprogo juga menghibahkan sekitar Rp800 juta kepada 10 SMP swasta untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan alat peraga pendidikan dan barang mebel.

Bentuknya berupa berbagai alat peraga untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan (PJOK). Ada pula mebel berupa meja dan kursi bagi peserta didik.

Hibah tersebut menindaklanjuti usulan sekolah yang mengajukan permohonan bantuan sarana prasana kepada pemerintah. Hibah juga diharapkan dapat mendukung pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) sekolah.

Saat lelang, guru pada mata pelajaran terkait bakal dilibatkan sebagai verifikator produk. Hal itu demi memastikan kualitas produk yang ditawarkan setiap peserta lelang.

Sumarsana menambahkan, puluhan SMP negeri juga bakal merasakan manfaat DID. Dindik Kulonprogo mengalokasikan Rp845 juta untuk pengadaan kebutuhan alat peraga pendidikan, laboratorium komputer, dan mebel bagi sembilan sekolah. Selain itu, terdapat pula 35 paket rehabilitasi dan pembangunan sarana prasana pendidikan bagi 29 sekolah senilai sekitar Rp4 miliar.

Sumarsana menyadari masih banyak sekolah di Kulonprogo yang belum bisa memenuhi SPM. Tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga swasta. Kondisi itu juga bukan cuma terjadi di wilayah pinggiran atau pelosok, melainkan bisa juga di perkotaan. “Perbaikan terus dilakukan. Jadi mulai 2016, kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan pasti berkaitan dengan upaya menuju SPM,” ujar Sumarsana kemudian.

Alokasi DID juga dirasakan puluhan SD di Kulonprogo. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan SD Dindik Kulonprogo, Julianto mengungkapkan, ada delapan paket pembangunan dan rehabilitasi yang ditujukan kepada 37 sekolah. Nilai pagunya mencapai lebih dari Rp8,3 miliar. “Sebagian besar sudah pengumuman pemenang lelang,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis