KPK Usut Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp3,3 Miliar
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Aksi Simpatik melukis aksara Jawa di kain sepanjang lima meter yang dilakukan oleh seniman Gunungkidul di titik nol km Wonosari, Gunungkidul, Kamis (8/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Hari Aksara Internasional yang jatuh 8 September diperingati seniman Gunungkidul dengan pemasangan aksara jawa di sejumlah titik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Gerakan literasi aksara Jawa dihelat di titik nol Wonosari, Gunungkidul dalam rangka memeringati Hari Aksara Internasional yang jatuh setiap 8 September. Aksi simpatik tersebut melibatkan sejumlah pelaku seni di Gunungkidul.
Arif Nur Cahyo, aktivis penggerak aksara Jawa mengatakan di tengah situasi budaya Jawa yang mengalami krisis di mana orang Jawa sudah mulai kehilangan identitas separuh jawanya yang ditandai dengan buta baca aksara Jawa.
Terlebih bagi generasi muda di tengah arus modernisasi saat ini. Untuk itu terbesit ide untuk melakukan sebuah gerakan mencintai aksara jawa.
“Saat ini kita harus malu dengan negara lain seperti Cina, Jepang, Thailand atau Korea, mereka memiliki aksara asli daerah tapi teknologi dan modernisasinya tetap jalan. Tapi, kita kok yang setiap hari bicara Bahasa Jawa tapi ketika dihadapkan dengan aksara Jawa malah berpaling,” kata Arif, Kamis (8/9/2016).
Penggagas Aksara Jeglongan tersebut pun mengatakan, saat ini masyarakat perlu diberikan edukasi dan harus memulai untuk mencintai aksara Jawa dengan suka cita.
Menurutnya, ini adalah titik awal kebangkitan untuk mencintai aksara dengan istilahnya “tresno aksara”. Sehingga harapannya aksara jawa tidak akan ketinggalan dengan teknologi.
Sementara itu, Kordinator aksi Andreas Bernard, mengatakan bahwa dengan digelarnya aksi tersebut ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang aksara jawa. Supaya masyarakat dapat terus mempertahankan kebudayaan (nguri-uri kabudayan) Jawa.
“Ini sebuah tradisi, Aksara Jawa jangan sampai hilang dan harus selalu diingatkan kepada masyarakat luas,” kata dia.
Aksi tersebut dilakukan dengan membagikan selebaran kepada pengguna jalan, serta melukis aksara Jawa secara masal di kain sepanjang lima meter. Beberapa tulisan aksara jawa pun akan dipasang di sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Gunungkidul seperti Kantor DPRD, Masjid Agung, Kantor Pos, dan Kantor Polisi
“Ada sekitar 14 sign yang kami pasang di sejumlah titik yang telah ditentukan. Harapannya untuk menggelitik pemerintah, apakah ada perhatian atau tidak ketika kita berikan sign aksara jawa di lingkungan pemerintahan. Karena ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyaraka,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 18 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.