WISATA BANTUL : Genjot Wisatawan, 6 Kabupaten Digandeng
Suasana di Pantai Parangtritis yang mulai ramai dikunjungi oleh ribuan pengunjung sejak Kamis, (7/7/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Bantul terus bangkit dengan mengadakan program kerja sama
Harianjogja.com, BANTUL—Kerja sama demi meningkatkan kunjungan wisatawan sedang digagas oleh Pemda Bantul. Sebanyak enam Kabupaten di Jawa Timur sedang dalam proses menyepakati nota kesepahaman, untuk melakukan pertukaran wisatawan pelajar dengan Kabupaten Bantul.
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan terdapat enam Kabupaten di Jawa Timur yang akan bekerja sama untuk pertukaran wisatawan.
“Sejauh ini sedang proses pembicaraan untuk kemudian adanya Mou kerjasama yang akan ditangani oleh pemda Bantul dan enam Kabupaten di Jawa Timur di antaranya adalah Banyuwangi, Probolinggo, Blitar, Batu, Jember, dan Mojokerto,” ungkapnya, Minggu (18/9/2016).
Kata dia keenam kabupaten tersebut akan mengunjungi desa-desa wisata yang ada di Bantul. Selanjutnya juga wisatawan bantul akan mengunjungi enam kabupaten tersebut. Kata dia yang kan menjadi target adalah wisatawan pelajar, jadi perkiraan dia kunjunganya akan dilakukan pada akhir tahun ini pada Desember mendatang.
Lanjut Halim banyaknya desa wisata di Bantul, membuat Pemda Bantul ingin meningkatkan kunjungan di 37 desa wisata yang sekarang ada. Dia berharap kerja sama yang akan dilakukan dengan enam kabupaten tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat diwilayah desa wisata.
“Agar masyarakat setempat dapat mengembangkan penginapan dan kuliner. Masyarakat sendiri yang memperoleh manfaatnya bukan investor,” imbuhnya.
Nota Kesepahaman Antar Bupati Jadi Payung
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Lies Ratriana mengatakan baru merancang draf nota kesepahaman kerjasama dengan beberapa kabupaten. Dia menjelaskan dalam kerja sama yang akan dilakukan tersebut harus melalui proses koreksi terlebih dahulu dari kedua pihak.
“Kami akan kirim draft tersebut ke enam kabupaten di Jatim. Draft tersebut akan ditandatangai oleh Bupati terlebih dahulu, kemudian baru akan dikirim. Setelah itu ditindak lanjuti dengan penjanjian kerja sama antar Pemda Kabupaten masing-masing,” jelasnya.
Menurut Lies yang akan menjadi payung kerja sama nantinya adalah nota kesepemahaman yang telah ditandatangi antar Bupati. Kata dia perjanjiana kerja sama nantinya bisa antar Dinas Pendidikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di antar Kabupaten.
Sementara itu kata Lies, Pemda Bantul sudah berkomunikasi secara intensif dengan ke enam kabupaten tersebut.
“Kami komunikasi melalui e-mail untuk saling mengoreksi draft kerja sama. Koreksi itu tertakit apa yang perlu ditambah dan perlu dicermati,”ungkapnya.
Menurut Lies rencananya pada tahun 2016 kerja sama tersebut dapat disepakati dan berjalan. Namun terkait Kabupaten mana yang akan lebih dahulu yang akan melakukan kerja sama, kata dia tergantung dari enam kabupaten tersebut mana yang bisa cepat.
“Setelah kerja mudah-mudahan kunjunganya akan bertambah. Karena indikator keberhasilan kami bukan hanya meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) namun juga meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” harapnya.
Terpisah, Kabupaten Banyuwangi yang menjadi satu diantara enam kabupaten yang diajak kerjasama, melalui laman resminya telah memberikan tanggapan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik gagasan Pemkab Bantul untuk menjalin pertukaran wisatawan pelajar dengan Banyuwangi. “Saat ini nota kesepahaman untuk menindak lanjuti kerjasama ini pun tengah disusun, antara tim Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bantul dan tim Banyuwangi,” tandanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share