Tiga Pemuda Ngawi Ditahan dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Enam pelaku penganiayaan yang sudah diamankan petugas kepolisian Polres Sleman, Rabu (21/9/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Kekerasan Sleman dilakukan oleh pelajar dan alasan dendam.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Jajaran Satreskrim Polres Sleman berhasil mengamankan enam pelaku penganiayaan dan pembacokan yang dilakukan kepada puluhan pelajar usai menonton sebuah pertandingan futsal.
Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengatakan, enam pelaku yang diamankan semuanya masih pelajar. Modus para pelaku melakukan pembacokan ini karena faktor dendam. Masing-masing pelaku yang diamankan yakni DF, SC, MA, EA, IG, JK yang merupakan pelajar dengan rata-rata usia 15-16 tahun.
"Mereka (pelaku) berasal dari beberapa sekolah berbeda, mereka mengaku tergabung dalam genk 'Cangkringan Said'. Pelaku mengaku dulu pernah menjadi korban 'klitih' dari sekolah yang bersangkutan, kemudian timbul rasa dendam untuk membalas," katanya saat gelar perkara di Mapolres Sleman, Rabu (21/9/2016).
Dikatakannya awal mula kejadian ini terjadi saat gerombolan pelajar dari SMK 1 Cangkringan pulang usai mendukung tim sekolahnya dalam ajang pertandingan olahraga futsal, Selasa (20/9/2016). Kemudian para pelaku yang mengaku sudah memiliki dendam sebelumnya sudah memiliki rencana untuk membalas aksi klitih dari sekolah tersebut.
Lalu saat para pelajar SMK 1 Cangkringan sampai di Jalan Pakem di Depan PKU muhammadiyah Pakem tiba-tiba gerombolan genk 'Cangkringan Said' dengan jumlah kurang lebih 10 orang dan mengendarai lima motor berboncengan menghadang dan langsung melakukan aksi pembacokan secara membabi buta dengan senjata tajam pedang samurai, golok, dan pedang gir.
Kejadian penganiayaan tersebut mengakibatkan enam pelajar SMK 1 Cangkringan luka bacok, dan dua di antaranya harus rawat inap di RS Panti Nugroho.
"Setelah ada laporan dari para korban, petugas kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya para pelaku dapat diamankan pada Rabu (21/9/2016) siang," ujar Yuliyanto.
Ia menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk menangkap para pelaku lain. Ia juga mengatakan untuk sementara waktu izin penyelenggaraan kompetisi futsal di GOR pangukuhan harus dicabut hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
"Sementara izin pelaksanaan kompetisi kami cabut, kompetisi harus ditunda sampai waktu yang belum ditentukan," katanya.
Saat ini enam pelaku dengan barang bukti berupa pedang samurai, golok, dan pedang gir serta tiga motor yang digunakan untuk melakukan aksi penganiayaan sudah diamankan di Mapolres Sleman. Mereka akan dikenakan pasal 354 KUHP tentang pengeroyokan menggunakan senjata tajam, dan atau pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
DLH Kulonprogo mengimbau warga tidak membakar sampah selama musim kemarau karena berisiko memicu kebakaran lahan dan melanggar aturan.
PT Pegadaian (Persero) secara resmi memasuki babak baru dalam pengelolaan hubungan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan
BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga awal 2027 dan memicu kemarau lebih kering dengan risiko kekeringan serta karhutla yang meningkat.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dinilai memberikan manfaat besar dalam memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid divonis 2 tahun penjara dalam kasus korupsi, lebih ringan dari tuntutan jaksa 8 tahun 6 bulan.