KPK Ungkap Dugaan Dana DSP BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Musisi Yockie Suryo Prayogo saat memaparkan konsep konser Badai Pasti Berlalu Plus dalam jumpa pers yang digelar di Jade Bamboo Resto & Music, Jumat (30/9/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Konser musik Jogja akan digelar bertajuk Kafispolgama Ngangkring: Badai Pasti Berlalu Plus
Harianjogja.com, JOGJA-Mengingatkan kembali lahirnya musik-musik pop Indonesia, Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Kafispolgama) akan menggelar konser musik yang menghadirkan lagu-lagu karya Yockie Suryo Prayogo.
Acara bertajuk Kafispolgama Ngangkring: Badai Pasti Berlalu Plus ini akan digelar pada 6 November mendatang di Grand Pasific Hall.
Acara yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fisipol UGM ini akan menghadirkan sederet musisi tanah air. Yockie mengungkapkan, visi dari penyelenggaraan konser ini yakni menghadirkan portofolio musik di era 1970an.
"Konser ini akan jadi fenomena budaya musik pop Indonesia. Musik-musik di era ini merupakan pemicu berkembangnya musik pop masa kini," ujar Yockie dalam jumpa pers di Jade Bamboo Resto & Music, Jumat (30/9/2016).
Konser ini sebelumnya telah sukses digelar di sejumlah kota yakni, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang. Dalam konser tersebut nantinya akan menampilkan sederet lagu populer dari album Badai Pasti Berlalu.
Selain itu, lagu-lagu karya Yockie yang di eranya telah menjadi hits dan menjadi lagu sepanjang masa yang masih terus dinyanyikan sejumlah penyanyi muda Indonesia. Sebut saja lagu Nuansa Bening, Juwita, Merpati Putih dan masih banyak lagi.
"Harapannya dari konser ini, supaya musik pop Indonesia dapat terus eksis di zamannya. Konser ini juga menjawab tantangan globalisasi tentang perkembangan musik tanah air," jelas Yockie.
Perwakilan Kafispolgama, Ian Agisti Dewi Rani menambahkan konser ini juga menjadi dukungan terhadap dunia musik Indonesia. Acara Kafispolgama Ngangkring sudah menjadi ikon dari fakultas ini dalam setiap penyelenggaraan Dies Natalis fakultas ini. Melalui acara tersebut, diharapkan dapat menjadi ajang nostalgia bagi para alumni dan penikmat musik di masa itu.
"Tak hanya sebagai hiburan semata, karena acara ini juga salah satu bentuk kepedulian sosial. Karena hasil penjualan tiket konser ini, lima persennya akan dialokasikan untuk beasiswa bagi mahasiswa di kampus ini," imbuh Ian.
Tiket presale Konser Badai Pasti Berlalu Plus ini sudah dapat dipesan. Sederet musisi yang akan memeriahkan acara ini di antaranya Pongki Barata, Dian Pramana Putra, Ariyo Wahab, Berlian Hutauruk, Keenan Nasution, Debby Nasution dan masih banyak lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Kebakaran Pegunungan Argopuro masih terpantau hingga Minggu pagi. Petugas memadamkan api di area terjangkau dan menghindari lokasi berisiko.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata
KH Syukron Ma’mun, pendiri Ponpes Daarul Rahman, wafat di Jakarta Selatan setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung.