OPINI: Efisiensi Berkeadilan, Pedoman Konstitusional Program Strategis Pemerintah
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Sejumlah warga dari Kelompok Kerajinan Blangkon Sidodadi, Dusun Bulu, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo tengah mengerjakan pesanan blangkon, Selasa (4/10/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
UMKM Gunungkidul memerlukan pendampingan untuk dapat berkembang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Sektor kerajinan di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, menggeliat untuk memajukan daerahnya. Tumbuhnya UMKM di sektor ini mesti dibarengi dengan pendampingan dan pembinaan.
"Harapannya, UMKM ini dapat terus bertahan. Melalui pendampingan mind set mereka dapat diubah untuk mengembangkan usaha," ujar Staf Ahli Bidang Perekonomian Pemda DIY Riyadi Ida Bagus Salya Subali dalam press tour media, Selasa (4/10/2016).
Riyadi memaparkan UMKM tidak hanya menbutuhkan permodalan yang cukup. Namun, pendampingan juga dinilai perlu agar usaha kecil tersebut dapat terus eksis.
Pendampingan bukan sekadar pelatihan, tetapi juga soal pengembangan mind set pelaku UMKM. Usaha kecil yang dibangun berdasarkan desakan ekonomi, biasanya akan lebih lama bertahan. Berbeda dengan UMKM yang dibangun berdasarkan keinginan untuk berwirausaha dan disokong permodalan yang kuat. Biasanya, UMKM ini tidak akan bertahan lama.
"Mereka harus diubah pemikirannya, jangan hanya bertahan dengan produk yang sudah ada. Tetapi harus bisa berinovasi, baik produk maupun pemasaran. Kalau mind set sudah diubah, maka permodalan akan berjalan dengan sendirinya," jelas Riyadi.
Menggerakkan Ekonomi Warga
Seperti beberapa UMKM di Desa Bejiharjo yang tidak sekadar sukses menembus pasar, tapi juga telah menggerakkan perekonomian warga sekitar. Salah satunya usaha cinderamata dari Dusun Grogol, yang dirintis Edi Winarsih tahun 2013 silam.
"Dulu kali pertama merintis usaha ini hanya beberapa warga saja yang berminat untuk bekerja. Sekarang sudah ada 40 warga yang bekerja di usaha ini," ujar Edi.
Demikian juga dengan kerajinan blangkon di Dusun Bulu, di desa yang sama. Tak hanya dapat menggerakkan perekonomian warga, usaha ini juga telah berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya.
"Bukan hanya warga sekitar saja yang akhirnya menjadi perajin blangkon. Anak muda dari karang taruna kami juga memilih menjadi perajin daripada harus bekerja ke luar daerah atau merantau. Membantu ekonomi warga, karena paling tidak dalam sehari upah yang diterima bisa sampai Rp50.000," jelas Suratno, Wakil Kelompok Kerajinan Blangkon Sidodadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Telkom melihat pemanfaatan Graha Merah Putih oleh BGN sebagai peluang optimalisasi aset dan membuka bisnis baru lewat layanan digital.
iPhone Duo diproyeksikan menguasai 24,8% pasar HP lipat global pada 2026 dengan pengiriman sekitar 5 juta unit.
Beasiswa Cendekia Baznas 2026 dibuka di 246 kampus. Mahasiswa bisa mendapat subsidi UKT hingga Rp7 juta per semester.
Trump membuka peluang produsen mobil listrik China membangun pabrik di AS dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika.
Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira tak gentar menghadapi Dimitar Mitkov yang mencetak brace pada laga debutnya bersama Madura United.