Resmi! Standar B50 Berlaku Juli 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi unjuk rada di Titik Nol Kilometer, Jumat (7/10/2016) petang. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)
HUT Kota Jogja dijadikan momentum para mahasiswa untuk menggelar aksi unjuk rasa
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) menggelar aksi unjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Jumat (7/10/2016) petang.
Aksi ini bertujuan merefleksikan kembali Kota Jogja yang di saat bersamaan sedang merayakan hari jadinya ke-260 tahun.
Mahasiswa mengkreasikan kritikan mereka dengan beragam aksi. Pada intinya mereka memintakan kado untuk rakyat kepada pemerintah Kota Jogja berupa air bersih. Pasalnya, selama ini mereka mereka mengganggap ketersediaan air di kota ini sudah habis dieksploitasi oleh ratusan hotel.
"Kami minta air untuk rakyat. Sekarang ini bukan Jogja Istimewa tapi Jogja yang Istimewa Hotelnya," demikian petika orasi yang disuarakan mahasiswa tepat di tengah perempatan Titik Nol.
Para mahasiswa dalam aksi ini juga membawa peralatan rumah tangga sebagai simbol kekeringan. Mereka juga membawa baju hitam sebagai simbol refleksi duka.
"Perayaan ulang tahun seharusnya tidak selalu harus dirayakan secara meriah. Justru momen untuk merefleksikan diri dan merenung. Khusus untuk Kota Jogja kami sepakat menyebut bahwa kota ini sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sehingga kita sebaiknya berduka atas kondisi ini," papar Presiden BEM UGM Ali dalam keterangannya saat aksi itu,
Penguasa di Kota Jogja, papar Ali, seharusnya peka mdelihat kodisi wilayahnya yang sedang kacau akibat maraknya pembangunan hotel, apartemen dan kondotel.
"Jangan sampai hanya untuk kepentingan segelintir kelompok, maka masyarakat Jogja dikorbankan," tandasnya.
Sementara Azzami, salah satu aktivis yang ikut dalam aksi ini juga menganggap penguasa Kota Jogja saat ini tidak memihak masyarakat bawah.
"Kami tidak ingin Kota Jogja justru menjadi penindas bagi masyarakatnya sendiri. Pemimpin Kota Jogja harus sadar dan segera membenahi kota ini. Jangan justru menjauhkan masyarakat dari akses air bersih," jelas dia.
Selanjutnya orasi menyinggung masalah figur pimpinan yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah.
Mereka mengingatkan agar calon walikota dan wakilnya kelak harus bisa mengembalikan akses air bersih ini untuk rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.