IKN Teken KPBU Rp2,629 Triliun untuk Bangun 8 Tower ASN
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi unjuk rada di Titik Nol Kilometer, Jumat (7/10/2016) petang. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)
HUT Kota Jogja dijadikan momentum para mahasiswa untuk menggelar aksi unjuk rasa
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) menggelar aksi unjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Jumat (7/10/2016) petang.
Aksi ini bertujuan merefleksikan kembali Kota Jogja yang di saat bersamaan sedang merayakan hari jadinya ke-260 tahun.
Mahasiswa mengkreasikan kritikan mereka dengan beragam aksi. Pada intinya mereka memintakan kado untuk rakyat kepada pemerintah Kota Jogja berupa air bersih. Pasalnya, selama ini mereka mereka mengganggap ketersediaan air di kota ini sudah habis dieksploitasi oleh ratusan hotel.
"Kami minta air untuk rakyat. Sekarang ini bukan Jogja Istimewa tapi Jogja yang Istimewa Hotelnya," demikian petika orasi yang disuarakan mahasiswa tepat di tengah perempatan Titik Nol.
Para mahasiswa dalam aksi ini juga membawa peralatan rumah tangga sebagai simbol kekeringan. Mereka juga membawa baju hitam sebagai simbol refleksi duka.
"Perayaan ulang tahun seharusnya tidak selalu harus dirayakan secara meriah. Justru momen untuk merefleksikan diri dan merenung. Khusus untuk Kota Jogja kami sepakat menyebut bahwa kota ini sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sehingga kita sebaiknya berduka atas kondisi ini," papar Presiden BEM UGM Ali dalam keterangannya saat aksi itu,
Penguasa di Kota Jogja, papar Ali, seharusnya peka mdelihat kodisi wilayahnya yang sedang kacau akibat maraknya pembangunan hotel, apartemen dan kondotel.
"Jangan sampai hanya untuk kepentingan segelintir kelompok, maka masyarakat Jogja dikorbankan," tandasnya.
Sementara Azzami, salah satu aktivis yang ikut dalam aksi ini juga menganggap penguasa Kota Jogja saat ini tidak memihak masyarakat bawah.
"Kami tidak ingin Kota Jogja justru menjadi penindas bagi masyarakatnya sendiri. Pemimpin Kota Jogja harus sadar dan segera membenahi kota ini. Jangan justru menjauhkan masyarakat dari akses air bersih," jelas dia.
Selanjutnya orasi menyinggung masalah figur pimpinan yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah.
Mereka mengingatkan agar calon walikota dan wakilnya kelak harus bisa mengembalikan akses air bersih ini untuk rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.
Ramalan 12 zodiak 19-25 Oktober 2026 membahas perubahan diri, hubungan, keuangan, hingga prioritas hidup Aries sampai Pisces.
Persebaya ditahan PSS Sleman 2-2 di Stadion GBT. Bernardo Tavares kecewa gagal meraih tiga poin dan Ernando Ari menyampaikan belasungkawa.
Kerusuhan Prancis pada 17 Oktober berdampak pada 1.500 gerai ritel, dengan kerugian sektor perdagangan diperkirakan ratusan juta euro.
Palangka Raya memperpanjang status darurat karhutla hingga 9 November 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan terdampak kabut asap.