JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Tim Gegana melakukan olah TKP ulang di lokasi kejadian ledakan benda asing yang diduga bom rakitan, Rabu (2/11/2016). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Bom Bantul diduga terinjak oleh seekor bom
Harianjogja.com, BANTUL- Kerbau milik Subardi, warga Dusun Sawahan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis yang terkena ledakan benda asing yang diduga bom rakitan, Selasa (2/11/2016) lalu, akhirnya mati. Kerbau nahas itu ditemukan tak bernyawa, Selasa (2/11/2016) malam, sekitar pukul 23.00.
Susanto, putra sulung Subardi, saat ditemui di lokasi kandang Rabu (2/11/2016) pagi, menuturkan, sekitar pukul 23.00 pihak Polres Bantul sempat mendatangi lokasi kandang untuk memantau kondisi kerbau tersebut.
"Malam tadi ada petugas dari Polres Bantul yang kesini. Saat memeriksa kandang, mereka mengetahui tenyata kerbau itu sudah mati," kata Susanto.
Ia menambahkan, beberapa jam sebelum mati, tepatnya sebelum maghrib, kerbau itu sempat berontak bahkan hingga keluar kandang. Melihat hal itu, ia dibantu warga lainnya berupaya menenangkan kerbau tersebut. "Setelah tenang, kerbau itu saya lihat tidak bergerak sama sekali," imbuh Susanto.
Setelah memastikan hewan piaraannya itu mati, ia pun segera menyiapkan liang berukuran 80 cm x 1,5 meter dengan kedalaman 1,25 meter. Namun lantaran masih menunggu petugas Pusat Labarotarium Forensik (Puslabfor), ia diminta untuk tidak menguburkan kerbau itu terlebih dulu.
Terpisah, petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jetis Sinta Dewi yang sejak awal menangani kerbau itu secara medis menduga, kematian kerbau itu disebabkan oleh beberapa kemungkinan.
Diantaranya adalah kemungkinan berjangkitnya tetanus akibat karat di paku, hingga adanya kemungkinan pengaruh kandungan kimia dari bahan peledak yang mengenai organ vital hewan tersebut. "Banyak sekali kemungkinannya," katanya.
Seperti diberitakan, Selasa (1/11/2016) siang lalu, kerbau berumur setahun milik Subardi itu menjadi korban ledakan benda asing yang diduga bom rakitan. Dugaan itu didasari oleh banyaknya paku yang bersebaran di sekitar lokasi ledakan. Bahkan puluhan diantaranya menancap di sekujur tubuh kerbau yang mati tersebut.
Sementara Kapolsek Jetis AKP Subiyantoro menuturkan, olah TKP kali ini dilakukan oleh Tim Gegana untuk mencari barang bukti lainnya. Olah TKP itu dilakukan dengan melokalisasi area ledakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG menggunakan teknik penyemaian dry ice dalam operasi modifikasi cuaca untuk mengurai kabut asap karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam dan Bintan pada Oktober 2026, terdiri dari empat petugas PLN Batam dan satu kontraktor.
BP Tapera mendapat amanah mengelola pembiayaan hingga 350.000 unit rumah subsidi melalui skema KPR FLPP untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Ookla mencatat kecepatan unduh internet seluler Indonesia mencapai 52,01 Mbps pada kuartal III/2026, naik 43,4% secara tahunan.