Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Fathurrahman menunjukan status facebook nya kepada awak media di kantor LBH Jogja, Rabu (2/10/2016) kemarin. Status itu yang menjadi dasar dirinya ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
UU ITE, curhat di media sosial kembali disoal
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemilik Klinik Naroopet, Sri Dewi Syamsuri mengakui dirinya yang melaporkan Fathurrahman ke Polda DIY atas pencemaran nama baik di media sosial.
(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=765872">UU ITE : Gara-gara Kucing, Fathur Terancam Masuk Penjara)
Dewi menyatakan tidak terima atas tuduhan Fathurrahman di media sosial soal dokter kliniknya melakukan malpraktek dan kata-kata kasar, "Disebut orang gila, melakukan malpraktek tanpa melalui pengadilan yang memvonis kami seperti itu, disitu saya tidak terima," ungkapnya melalui sambungan telepon.
Dewi juga menepis dirinya dikatakan sebagai dokter hewan. Sebelumnya dia sudah kenal dengan Fathur dua tahun lalu, dan dalam perkenalan itu dia mengaku bukan dokter hewan melainkan sebagai tukang bersih-bersih kandang. Namun yang dokter hewan adalah adiknya Bima Ari Wibowo dan temannya Laili Choiriyah.
Ia menceritakan setelah perkenalan dalam acara buka puasa bersama dengan komunitas pecinta hewan, dua tahun lalu, Fathur menghubunginya dan ingin membersihkan bulu kucing, tepatnya pada Agustus 2014.
Saat itu, kata dia, Laili melihat keanehan pada mata kucing yang membengkak. Pihaknya memberi beberapa saran agar diobati dengan operasi, obat tetes, atau memotong bulu mata. Fathur, kata Dewi memilih potong bulu mata dan obat tetes.
Sehari setelah pengobatan Fathur mengeluh karena kucingnya mengalami pembusukan pada mata.
"Kalau mau dibawa ke pihak ketiga kami sudah menyediakan tak perlu biaya. Kalau tak puas kami bawa ke Jakarta ke ahli mata. Tapi tak diambil oleh Fathtur,"
Menurutnya, Fathur malah menyindir lewat facebook. Ia pun tidak mempersoalkan. Namun setahun kemudian saat ulang tahun kemudian, sambung Dewi, Fathur kembali menulis status dan menjelek-jelekan dokter dan kliniknya sampai mengunggah fotonya di dinding facebook Fathur.
Pihaknya sudah mengingatkan Fathur namun Fathur diakuinya malah mengancam akan melaporkan ke polisi. Dewi pun melaporkan atas tindakan pencemaran nama baik. Sejak pelaporan dirinya membuka mediasi namun tidak ditanggapi Fathur.
"Saya sampai detik ini masih buka pintu kekeluargaan tapi kasus ini sudah sampai kejaksaan bukan saya enggak mau," katanya. Ia juga minta masyarakat untuk mengawal kasus tersebut supaya jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.