BANDARA KULONPROGO : Pelaku Wisata di Jogja Galau, Ini Penyebabnya

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Jum'at, 04 November 2016 02:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Pelaku Wisata di Jogja Galau, Ini Penyebabnya

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah becak melaju di jalur cepat jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (02/11/2014). Becak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dilarang melintas di jalur cepat, denda Rp100 ribu atau kurungan 15 hari menjadi sanksi atas pelanggaran tersebut. Namun, hingga saat ini masih banyak pengemudi becak tidak mengindahkan larangan tersebut.

Bandara Kulonprogo menyebabkan membawa angin segar bagi dunia pariwisata DIY, tapi sekaligus membawa kekhawatiran

Harianjogja.com, JOGJA- Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istijab M Danunagoro mengungkapkan bandara baru di Kulonprogo nantinya dapat membawa angin segar bagi dunia pariwisata DIY, tapi sekaligus membawa kekhawatiran bagi para pelaku pariwisata di Kota Gudeg ini.

Istijab mengungkapkan, pembangunan akses jalan lintas Menoreh sebagai jalur alternatif menuju Jawa Tengah, terutama objek wisata Candi Borobudur akan memberi dampak serius pada pariwisata DIY.

"Jadi orang yang mau ke Candi Borobudur tidak lagi ke Jogja, akhirnya makin sepi Jogja ini. Apalagi sekarang Gubernur Jawa Tengah juga berencana membangun tol dari Semarang ke Borobudur, supaya orang tidak perlu ke Jogja," jelas Istijab, dalam kegiatan workshop di The Karaton Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel, Selasa (1/11/2016).

Istijab menambahkan, Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan Joglosemar, yakni Jogja, Solo, dan Semarang. Diharapkan pembangunan tersebut dapat saling bersinergi sehingga dapat mencapai target kunjungan dua juta wisatawan mancanegara tahun 2019 mendatang.

"Infrastruktur harus dipersiapkan dengan baik, pembangunan jalur kereta api dari Jogja ke bandara Kulonprogo juga harus segera direalisasikan untuk memudahkan akses wisatawan yang akan ke Jogja. Hotel-hotel juga harus dipersiapkan," papar Istijab.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online