Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 6 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Suasana kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jogja Imam - Fadli di Sayidan, Gondomanan, Sabtu (5/11/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Pilkada Jogja, masing paslon memiliki cara tersendiri tarik perhatian warga.
Harianjogja.com, JOGJA -- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Jogja Imam - Fadli melakukan kampanye di Kawasan Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja, Sabtu (5/11/2016) sore. Paslon nomor urut satu ini berupaya mengangkat konsep Kota Jogja sebagai city of tolerance dengan menyambangi Gondomanan yang dinilai memiliki warga multietnis.
Imam menilai Gondomanan yang merupakan titik nol, menjadi halaman Kota Jogja. Dari kawasan ini masyarakat beraktifitas pertama kali ketika Kota Jogja berdiri. Sekaligus menjadi salahsatu pusat perekonomian karena memiliki Pasar Beringharjo. Berbagai warisan cagar budaya seperti gedung banyak ditemukan. Tetapi, satu hal yang paling unik dan perlu dirawat, kata dia, adalah nuansa kebhinnekaan di Kecamatan ini sangat kental.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/05/pilkada-jogja-imam-fadli-benahi-bantaran-sungai-766373">PILKADA JOGJA : Imam-Fadli Benahi Bantaran Sungai)
Ia menambahkan, kawasan Gondomanan merupakan wilayah multietnis, memiliki sejumlah tempat ibadah dengan kapasitas besar, seperti Masjid Kauman, Gereja Kidul Loji dan Klentheng Gondomanan. Kehidupan etnis Tionghoa juga erat berdampingan secara damain di kecamatan ini.
"Kebhinnekaan, toleransi ini harus terus dirawat dengan baik dan dikembangkan. Saya akan kembangkan bersama Pak Fadli menjadi smart city dari depan halaman Kraton," ungkapnya di Sayidan, Sabtu (5/11/2016).
Menurut Imam, untuk menjaga kebhinnekaan, salahsatunya dengan penegakan hukum bagi pihak yang melanggar, terutama berkaitan dengan kasus intoleransi. "Negara kita kan negara hukum," ujarnya.
Achmad Fadli mengatakan, Jogja memiliki predikat sebagai city of tolerance, akrab dengan sebutan Indonesia mini. Karena berbagai latarbelakang bisa hidup berdampingan di Kota Jogja. Selain itu, Jogja merupakan kota budaya. Oleh karena itu ke depan, pembangunan Kota Jogja harus berlandaskan pada semangat budaya dan kebhinnekaan.
Di Gondomanan pula, banyak sejumlah nilai budaya seperti adanya bangunan cagar budaya dan beberapa warisan budaya dan juga museum di kawasan tersebut. "Perilaku berbudaya juga bisa untuk mengembangkan keahlian ekonomi kreatif. Tetapi harus diimbangi dengan menata sumber daya manusia yang ada di kota Jogja. Sehingga berkualitas, memiliki keimanan dan berperilaku dalam kebudayaan," ungkap dia.
Dalam kampanye itu, Imam - Fadli mengunjungi warga Sayidan dengan memasuki tiap gang kemudian bersalam-salaman dengan warga. Keduanya sempat berhenti di sebuah rumah warga untuk berdialog.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Pameran buku di Jogja semakin marak, tetapi penjualan belum tentu meningkat. Penyelenggara menyebut pengunjung terbagi dan daya beli menurun.
Kementerian PU membangun lapangan sepak bola standar internasional di 25 Sekolah Rakyat lengkap dengan jogging track dan fasilitas olahraga.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.