Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Beberapa warga melewati jalan yang sedang dilebarkan di wilayah Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Selasa (19/4). Pelebaran jalan yang dilakukan dengan memapras tebing tersebut merupakan bagian dari program bedah menoreh.(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Program Bedah Menoreh Perbaiki Jalan di Utara Kulonprogo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Program Bedah Menoreh sebagai peningkatan infrastruktur jalan di area utara Kulonprogo akan dilakukan dengan beragam cara. Tak hanya dengan pembangunan, tetapi juga pelebaran badan jalan serta perbaikan kualitas aspal.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/03/06/wisata-kulonprogo-kebun-teh-menoreh-akan-dikembangkan-jadi-agrowisata-698149">WISATA KULONPROGO : Kebun Teh Menoreh akan Dikembangkan Jadi Agrowisata)
Kepala Bidang Infrastruktur Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Taufiq Pribadi menjelaskan perbaikan tersebut dalam rangka menjadikan jalan yang lebih baik, aman dan nyaman. Namun, Pemkab Kulonprogo mengalami sejumlah kendala antara lain keterbatasan dana dan kondisi medan yang cukup sulit. Karena itu, pemerintah daerah berupaya bekerja sama dengan sejumlah dana baik dari segi pengerjaan maupun pendanaan.
Adapun, ruas jalan Bedah Menoreh dimulai dari Siluwok, Tawangsarik ke utara hingga ke Kokap. Kemudian akan dilanjutkan ke area Klepu utara melalui sisi barat Waduk Sermo hingga Tamanan. Taufiq mengatakan jalur tersebut akan menawarkan keindahan pemandangan Pegunungan Menoreh.
Setelah itu, dilanjutkan menuju area Goa Kiskendo yang menawarkan keindahan air terjun, kebun cengkih dan kakao terus ke utara hingga ke Samigaluh. Jalur tersebut akan menyambung hingga kebun kopi dan teh menuju Suroloyo. Sementara di sisi timur akan diakhiri di area Banjaroya, Kalibawang yang juga memiliki potensi berupa durian dan buah-buah.
Sementara itu, Muhyadi, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kulonprogo mengatakan pengembangan kawasan utara harus melibatkan masyarakat secara langsung.
“Warga perbukitan pasti ingin maju supaya seimbang,”ujarnya. Menurutnya, keterpaduan program pemerintah dan campur tangan masyarakat pasti berhasil baik.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan berkomunikasi dengan warga setempat sejak awal masa perencanaan pembangunan. Komunikasi yang baik akan bisa menjadi dasar pembangunan yang sesuai dengan karakter daerah. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapat gambaran jelas akan perkembangan yang dihadapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.
Polres Kulonprogo memperketat pengawasan pupuk subsidi untuk mencegah penyelewengan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Kemendikdasmen ubah jadwal TKA SMA 2026 dimajukan dan diperpanjang jadi 4 hari dengan skema ujian baru.
WHO memperingatkan wabah Ebola varian Bundibugyo di Afrika Tengah menyebar cepat dan menyebabkan ratusan kematian. Gejalanya mirip flu biasa.
Cara keluar dari Safe Mode HP Samsung dengan 5 langkah mudah agar ponsel kembali normal tanpa harus ke servis.