Bertahun-tahun Alami KDRT, Perempuan di Salatiga Pilih Pergi demi Anak
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Warga menyalatkan Djuhariah atau yang biasa dipanggil dengan nama Yu Djum. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)
Yu Djum, sang pelopor gudeg di Jogja itu meninggal
Harianjogja.com, JOGJA- Duka mendalam dialami keluarga Almarhumah Djuwariah Suwandi Darmo Suwarno atau yang dikenal dengan Yu Djum, sang pencipta gudeg legendaris di Jogja. Tokoh gudeg legendaris di Jogja itu berpulang pada Senin (14/11/2016) petang lalu.
Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/11/14/berita-duka-tokoh-fenomenal-gudeg-jogja-yu-djum-meninggal-768905">BERITA DUKA : Tokoh Fenomenal Gudeg Jogja “Yu Djum” Meninggal
Salah seorang cucu Yu Djum, Oki Sasono pun teringat pesan terakhir yang disampaikan oleh mendiang neneknya tersebut, yakni untuk selalu menjaga keutuhan dan keharmonisan ketika melanjutkan bisnis keluarga tersebut.
Tak ada cita-cita muluk yang ingin dicapai oleh Yu Djum, katanya. Hanya agar anak cucunya dapat menikmati jerih payah yang ia rintis sejak dulu dalam mengembangkan bisnis kuliner tersebut.
“Sekarang, belum tentu saya mau ketika disuruh berjualan menggendong gudeg keliling. Oleh karena itu saya ingin menjaga warisan budaya ini,” katanya, di rumah duka Dusun Karangasem Barek, Desa Catur Tunggal, Depok, Selasa (15/11/2016).
Kini, Oki menyadari tugasnya sebagai penerus Yu Djum. Layaknya seorang pejuang, Yu Djum tetap menjadi panutannya dalam berkarya, khususnya dalam bidang kuliner gudeg Jogja.
Ia kini akan berusaha melanjutkan dan terus mengembangkan Gudeg Yu Djum meski saat ini dirinya telah kehilangan sosok yang pekerja keras dan berpendirian teguh seperti Yu Djum, dan disadarinya pula sosok Yu Djum tak akan terganti oleh siapapun.
Adik ragil Alm Yu Djum, mbah Luthung pun mengatakan sosok Yu Djum dikenalnya sebagai seorang pekerja keras dan pantang menyerah. Semua usaha pernah ia lakoni demi menyusun kebahagiaan bagi tiga anak dan 13 cucunya di masa depan.
“Yang penting semua perbuatan yang ia lakukan baik dan tidak menyusahkan orang lain,” kata mbah Luthung mengenang kakak perempuannya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Indonesia vs Thailand. Simak prediksi line up, jadwal dan link live streaming pukul 20.00 WIB.
Prabowo memimpin upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI. Sejumlah satuan baru akan diresmikan dan komandan satuan dikukuhkan.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Universitas Sanata Dharma mengukuhkan 108 apoteker baru Angkatan 51. Seluruh peserta UKOMNAS PDPA dinyatakan lulus 100 persen.