6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Film terbaru Iko Uwais, Headshot diharapkan sukses seperti film The Raid
Harianjogja.com, SLEMAN- Mendapat berbagai penghargaan di ajang perfilman dalam negeri serta sudah ditayangkan di luar negeri, pemain film Headshoot Iko Uwais berharap film garapan sutradara Mo Brothers ini bisa diterima masyarakat dan bisa booming seperti film bergenre action yang juga dibintanginya yaitu The Raid.
Bersama dua pemain lain Julie Estelle, dan David Hendrawan ketiganya hadir menyapa pengunjung teater XXI di Jogja City Mall, Minggu (27/11/2016) sore.
Kehadiran tiga pemain film yang akan ditayangkan perdana pada 8 Desember 2016 ini merupakan dalam rangkaian roadshow film genre drama romantis ini. Iko dan kawan-kawan menyapa pengunjung dalam acara meet and greet sekaligus nonton bareng film Headshoot.
Ditemui oleh Harianjogja.com usai acara meet and greet, Iko mengatakan film Headshoot ini merupakan film keenam yang dilakoninya selama menjalani selama berkarir dalam dunia seni peran.
"Headshoot ini ada pengalaman dan kesan tersendiri bagi saya. Karakternya jauh dari film-film sebelumnya," kata Iko, Minggu.
Dikatakannya, film ini sendiri merupakan film laga yang di Produksi oleh Screenplay Infinities Films Berkisah tentang lelaki misterius yang terbangun dari siuman setelah mengalami koma dalam waktu yang cukup lama. Iko yang berperan sebagai Ismael, dalam film ini mencoba mengingat masa lalunya dengan aksi konfrontasi melawan berbagai pembunuh.
Sementara itu, Julie Estelle mengatakan bahwa film ini film yang cukup dramatis. Selain ceritanya namun proses penggarapannya sendiri kata dia sangat dramatis. "Setelah dulu aku main di Film The Raid latihan koreo dan bela diri selama enam bulan, di film ini kita latihan semuanya cuma tiga minggu. Tapi karena ini bukan film pertama jadi sudah ada gambaran sih," kata Julie.
Ia juga menambahkan, meski film action terbilang baru dalam kariernya. Julie mengaku memang tidak butuh waktu lama untuk melakukan adaptasi dan pendalaman peran. Kata dia dengan bantuan teman-temannya dan juga Iko selaku koreografer dirinya lebih mudah dalam menjalani koreo perkelahian dalam film tersebut.
"Untungnya koreografernya juga Oke, kalo bukan mas Iko tiga minggu mungkin kurang ya. Tapi berhubung Mas Iko yang nanganin tiga minggu sudah cukuplah," katanya sembari tertawa lebar.
Berbeda dengan Julie dan Iko, David Hendrawan yang juga seorang atlit Wushu mengatakan dirinya tidak banyak mengalami kesusahan dalam penggarapan film action ini. Kata dia, basic atlit Wushu membuat dirinya lebih cepat menghafal koreo dan acting.
Kata David, setelah di kota-kota sebelumnya penonton tampak sangat menikmati, ia berharap masyarakat Jogja juga dapat menyambut film ini dengan baik. "Setelah mendapat prestasi di luar, kalo sambutan di negeri sendiri tidak banyak sepertinya masih ada hal yang kurang. Semoga film ini juga sangat diterima seperti film-film action sebelumnya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.