Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
Peran strategis BPD terus didorong untuk menopang perekonomian daerah, terlebih dengan meningkatnya tekanan fiskal dan serta menurunnya dana transfer ke daerah.
Kondisi kolam renang yang mangkrak dan berganti menjadi kolam lele. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Infrastruktur Bantul untuk aset pariwisata yang mangkrak disesalkan.
Harianjogja.com, BANTUL -- Sebanyak dua instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul saling tuding terkait mangkraknya aset pariwisata wahana kolam renang yang berada di Dusun Mancingan, Desa Parangtritis. Kedua instansi Pemkab Bantul itu masing-masing adalah Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/28/infrastruktur-bantul-mangkrak-kolam-renang-berganti-jadi-kolam-lele-772231">INFRASTRUKTUR BANTUL : Mangkrak, Kolam Renang Berganti Jadi Kolam Lele)
Saat ditemui di kantornya, Senin (28/11/2016) pagi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul Heru Suhadi menegaskan, terkait keberadaan aset pariwisata senilai Rp200 juta itu, pihaknya hanya memiliki kewenangan sebatas membangun struktur bangunan fisiknya saja. Sementara pengelolaannya, ia mengaku tetap berada di pihak Dinas Pariwisata.
Bahkan ia mengaku, setelah pengerjaan bangunan fisik selesai, seluruh dokumen pengelolan telah dikembalikannya kepada pihak Pemkab Bantul. Itulah sebabnya, ia kaget jika pihak DPU Bantul dikait-kaitkan dengan mangkraknya bangunan yang berada di wilayah RT 03 Dusun Mancingan tersebut.
Meski begitu, pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, saat dikonfirmasi sebelumnya, pun mengakui hal yang sama. Kepala Dispar Bantul Bambang Legowo mengaku tidak tahu menahu terkait pengelolaan wahana kolam renang anak seluas kurang lebih 2.000 meter persegi itu.
Diakuinya, beberapa objek wisata di Bantul memang banyak yang tak dilengkapi fasilitas pendukung. Akibatnya, hal itu pun berdampak pada kurang berhasilnya mendukung kunjungan wisatawan.
“Selama ini kami memang belum dilibatkan dalam proses pembangunan [wahana kolam renang] tersebut,” akunya.
Seharusnya, sebelum proses pembangunan mulai mestinya didahului koordinasi dengan dinas terkait. Sebagai instansi teknis, pihaknya seharusnya memiliki kompetensi lebih dalam melakukan kajian lapangan.
“Sehingga jika pembangunan tanpa koordinasi hasilnya juga kurang tepat. Bukan berarti kami menuding instansi lain,” kilah Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Barcelona mengawali Liga Champions 2026/27 dengan kemenangan 5-1 atas Feyenoord. Raphinha mencetak dua gol di Camp Nou.
Rute Trans Jogja September 2026 lengkap dari Jalur 1A hingga 15, beserta tarif tiket nontunai, reguler, pelajar Rp500, dan syarat pembayarannya.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online
Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo PP September 2026 lengkap dengan harga tiket Rp8.000, panduan beli tiket di Access by KAI, dan cara tap-in gate.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.