Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Karya seni di Jalan Margo Utomo Jogja menjadi cara seniman memerangi rokok
Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah puntung rokok raksasa setinggi sekitar 2,5 meter dipajang di sisi Jalan Margo Utomo, Senin (5/12/2016). Diatas puntung rokok yang terbuat dari bambu tersebut ada bayi masih mengenakan popok. Kondisi tersebut menggambarkan betapa betapa bahaya orangtua yang merokok bagi anak-anaknya.
Salah satu karya seni instalasi tersebut ingin menyampaikan pesan bahwa korban rokok adalah generasi muda karena kerap melihat orangtuanya merokok, kemudian ikut-ikutan merokok.
"Ketia orangtuanya merokok di rumah anak yang tidak merokok menjadi calon korban perokok berikutnya," demikian deskripsi karya dari smArt tersebut.
Bahaya merokok bagi anak selama ini terus didengungkan oleh sejumlah kalangan, karena angkak perokok anak terus meningkat. Data Kementrian Kesehatan dari laman Depkes.go.id, menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16-19 tahun yang merokok meningkat 3 kali lipat dari 7,1% di tahun 1995 menjadi 20,5% pada tahun 2014.
Usia mulai merokok semakin muda. Perokok pemula usia 10-14 tahun meningkat lebih dari 100% dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, yaitu dari 8,9% di tahun 1995 menjadi 18% di tahun 2013.
Selain instalasi bahaya rokok untuk generasi muda yang dipajang seniman patung, ada banyak instalasi lainnya yang semuanya bertema memerangi rokok dan koperasi perusahaan rokok. Instalasi itu berjejer mulai dari selatan Tugu sampai Teteg.
Ada patung manusia yang digantung diatas tiga tiang dari batang rokok berukuran sekitar dua meter. Sekujur tubuhnya terlilit tali seolah ia benar-benar tersiksa karena rokok. Beranjak sedikit ke arah selatan, instalasi bergambar manusia yang terlindas oleh mesin pelinting rokok, terjepit hingga setengah badan.
Lalu, ada kaki raksasa tengah menginjang rokok, di sampingnya instalasi yang menunjukan paru-paru perokok yang dipenuhi rokok membentuk gambar bom, yang dibawahnya gambar uang yang seolah tidak berharga karena paru-parunya menyimpan bom waktu yang suatu saat bisa meledak.
Total ada 10 seni instalasi yang dipajang. Karya seni tersebut terbuat dari bambu, triplek, spon, kawat, besi, plastik, dan beberapa bahan instalasi yang tahan dalam kondisi luar ruangan. Karya tersebut sengaja dipamerkan sebagai bentuk kampanye antirokok yang digagas oleh Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) bersama Social Movement Institute (SMI).
"Rokok punya segudang bahaya dan kuntung koorporasi rokok tak seutuhnya berdampak luas bagi masyarakat dan petani tembakau seperti yang digembor-gemborkan," kata Ahmad Rifai, selaku penyelenggara pameran instalasi publik.
Semua instalasi menggambark kritikan kritikan terhadap cara beroperasi korporasi rokok dan cara mereka menjerat petani tembakau. Selain itu juga untuk menghapus stigma bahwa seniman dekat dengan rokok karena karyanya kerap didanai perusahaan rokok.
Menurut Rifai total ada 20 peserta lomba, namun 10 karya yang mewakili semua ide kampanye antirokok yang dipamerkan. Ia mengatakan lomba tersebut untuk mengajak anak-anak muda kreatif dalam kampanye tolak budaya merokok dan memberi informasi yang sebenarnya tentang apa yang sesungguhnya terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Marc Marquez dan Jorge Martin sama-sama mengoleksi 274 poin jelang MotoGP Austria 2026. Simak jadwal GP Austria dan persaingan menuju gelar juara dunia
Timnas voli putri Indonesia menghadapi Jepang pada laga terakhir Pool A Asian Games 2026, Jumat (18/9). Simak jadwal dan peluang juara grup.
Apa itu Influenza A? Kenali gejala, masa inkubasi, cara penularan, risiko komplikasi, hingga tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis.
Pieter Huistra memastikan PSS Sleman siap menghadapi Dewa United di Banten International Stadium pada Minggu (20/9/2026).
Leony Vitria resmi dilamar Charles Seaman pada 17 September 2026. Kabar ini menarik perhatian karena Leony dulu sempat mengaku tak ingin menikah.