Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Salah satu karya yang dipamerkan dalam rangkaian acara Kriya Awards 2016 menarik perhatian pengunjung di Jogja National Museum, Kamis (8/12/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Pameran Kriya Awards menampilkan puluhan karya seni.
Harianjogja.com, JOGJA -- Pembukaan rangkaian acara Kriya Award 2016 dimeriahkan pagelaran busana karya para mahasiswa Jurusan Kriya, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Kamis (8/12/2016) malam. Pameran yang diselenggarakan di Jogja National Museum itu menampilkan puluhan karya seni kriya dari mahasiswa kriya beberapa perguruan tinggi dari Solo dan Jakarta.
Ketua Kriya Awards 2016, Noni Widy/2016). Karya-karya tersebut tidak hanya dari kalangan mahasiswa Kriya ISI Jogja, tetapi juga dari undangan dari mahasiswa UKDW.
Selain itu, karya lainnya yang mengikuti seleksi dari mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Negeri Surakarta dan ISI Solo. Nantinya, dari karya-karya tersebut dipilih sepuluh besar terbaik untuk masuk dalam empat kategori Kriya Awards.
"Setelah masuk sepuluh besar, nantinya para pemilik karya ini akan mempresentasikan karyanya. Barulah nanti dipilih sesuai kategorinya," ujar Noni kepada Harian Jogja.
Noni menjelaskan ada empat kategori penghargaan yang akan diberikan pada malam puncak Kriya Awards 2016, pada Sabtu ini. Di antranya Karya Kriya Produk Terbaik, Karya Kriya Ekspresi Terbaik, Karya Kriya Terinovasi dan Karya Kriya Terfavorit.
"Selama ini acara ini diselenggarakan di dalam kampus, baru tahun ini diadakan di luar kampus. Melalui acara ini, kami ingin mengkomunikasikan tentang seni kriya ke masyarakat yang lebih luas. Seni kriya itu ada, seni kriya itu hidup dan menghidupi banyak orang," jelas Noni.
Acara yang dihadiri oleh Ketua Jurusan ISI Jogja, Pembantu Rektor III hingga kalangan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata ini juga dihadir mahasiswa-mahasiswa seni dari berbagai perguruan tinggi, bagi Jogja, Jakarta maupun Solo.
Kepala Seksi Seni Rupa Dinas Kebudayaan DIY, Patmono Anggoro mengapresiasi kegiatan Kriya Awards yang digagas mahasiswa ISI Jogja. Kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan seniman-seniman muda di bidang seni kriya di Jogja. Ajang ini menjadi ruang berekspresi dan apresiasi terhadap karya kriya anak muda, sehingga dapat mendorong produktivitas karya seni yang semakin tinggi dari para seniman muda.
"Jadi, kami berharap di Jogja akan muncul seniman muda kriya di ajang-ajang [seni] tingkat nasional maupun internasional," ungkap Anggoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang