Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Kegiatan promosi bright gas di Pasar Wates, Jumat (25/11/2016). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari)
PNS Bantul diarahkan menjadi contoh penggunaan bright gas
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menunggu surat dari PT Pertamina untuk merealisasikan program penggunaan bright gas bagi pegawai negeri sipil setempat.
"Rencana program penggunaan bright gas bagi PNS itu kita masih menunggu surat dari Pertamina, dan Pertamina baru akan menghitung dulu berapa kebutuhan untuk permulaan," kata Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto di Bantul, baru-baru ini.
Menurut dia, Pemkab Bantul mempunyai program penggunaan bright gas ukuran 5,5 kilogram bagi para PNS Bantul, upaya ini sebagai langkah awal dalam mendukung peralihan konsumen elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram ke bahan bakar baru itu.
Ia mengatakan, program penggunaan bright gas bagi PNS Bantul itu sudah disampaikan dan disepakati dalam rapat koordinasi bersama perwakilan PT Pertamina dan Hiswana Migas beberapa hari lalu, sehingga tinggal merealisasikan.
"Program ini memang tidak wajib bagi PNS, namun hanya kesepakatan agar mengawali peralihan konsumen dari sebelumnya tigakilo ke 5,5 kilogram, karena elpiji tiga kilo diprioritaskan bagi rumah tangga miskin dan industri mikro," katanya, seperti dikutip dari Antara.
Sulis sapaan akrabnya mengatakan, dalam realisasinya nanti setiap pangkalan yang ditunjuk agen Pertamina harus menyediakan isi ulang bright gas dan penukarannya sehingga PNS dimudahkan dalam pemakaian gas nonsubdisi itu.
"Yang wajib menyediakan itu pangkalan yang sebulan mendapat pasokan 400 tabung tiga kilogram dari Pertamina. Dan kalau di Bantul pangkalan yang seperti itu jumlahnya lebih dari 50 persen dari total sekitar 700 pangkalan," katanya.
Menurut dia, jika penggunaan bright gas bagi PNS sudah berjalan, maka program peralihan konsumen elpiji bersubsidi ke nonsubsidi itu semakin lama makin terlihat, seperti halnya dengan peralihan konsumen BBM dari premium ke pertalite.
"Ketika tren penggunaan bright gas meningkat, maka semakin lama secara otomatis akan beralih. Apalagi dari sisi kualitas bright gas ini lebih bagus dan lebih efisien. Karena sepengetahuan saya gas ini ada sistem pengaman sendiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.