KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Memperingati Maulid Nabi dilakukan Siswa SMA Negeri 10 Jogja dengan pengajian akbar
Harianjogja.com, JOGJA - Siswa SMA Negeri 10 Jogja atau SMATEN Jogja menggelar pengajian akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung PDHI sebelah barat arena Pasar Malam Sekaten, Selasa (13/12/2016).
Pemilihan tempat penyelenggaraan dekat dengan wahana Sekaten memiliki tujuan tersendiri.
Ketua Panitia Kegiatan Handoko Susanto menjelaskan, pemilihan lokasi tidak terlepas dari unsur sejarah dan budaya. Menurut dia, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sangat terkait dengan tradisi Sekaten di masyarakat Jogja dan acaranya selalu di Alun-Alun Utara Jogja.
"Maka dari itu pengajian akbar ini tidak kami lakukan di sekolah. Tujuannya membuka wawasan sejarah serta budaya berkaitan dengan tradhisi Sekaten ini," ujar Handoko kepada Harianjogja.com di sela-sela kegiatan berlangsung.
Adapun tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah Mengembangkan Jiwa Islami dalam Peradaban Modernisasi.
Tema tersebut diusung untuk meningkatkan konteks nyata pembelajaran agama pada masing-masing siswa.
Menurut Handoko, dalam peradaban teknologi seperti saat ini, siswa sedianya mempraktikannya dengan bijak.
"Kita tidak bisa memungkiri, kalangan pelajar saat ini benar-benar menjadi konsumen beragam produk teknologi, smartphone misalnya. Dari kondisi itu kita ingin agar siswa itu memiliki bekal akhlak sehingga tidak terseret arus negatif modernisasi," jelasnya.
Handoko meyakini, jika siswa berpegang teguh pada ajaran Rasulallah maka bisa memanfaatkan teknologi secara tepat guna.
Pengajian akbar itu sendiri selalu rutin dilakukan pihak sekolah. Tempatnya pun sengaja selalu berlokasi di sekitaran Alun-Alun Utara yang menjadi tempat berlangsungnya hajatan Sekaten.
"Waktu pelaksanaannya juga selalu H+1 setelah grebeg mulud," imbuh Handoko.
Dalam kegiatan itu, para siswa diberi kebebasan mencari sendiri penceramah yang mereka inginkan.
Pilihan para siswa akhirnya tertuju pada Ustad Arifin dari Tegalrejo.
Dalam ceramahnya, Ustad Arifin banyak menyindir para siswa. Menurutnya, kecintaan pelajar kini telah bergeser ke produk teknologi dengan beragam aplikasinya.
"Sekarang banyak remaja yang meluangkan banyak waktu untuk ngutak-atik handphone, sebuk dengan media sosial. Sementara kitab suci Al Qur'an sudah jarang dipegang. Itu tentu saja sebuah problem," papar dia dalam bagian ceramahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 27 September 2026. Skateboard, bulu tangkis, panahan, menembak hingga hoki bertanding.
UMP 2027 diusulkan naik 7,7%-9,5%. Simak daftar lengkap UMP 2026 seluruh provinsi di Indonesia.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Minggu 27 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Menlu Sugiono menegaskan ketahanan nasional menjadi fondasi Indonesia berkontribusi dalam membangun ketahanan global dan multilateralisme di PBB.