Asbanda Dorong BPD Optimalkan SIPD-RI dan Siskeudes-Link
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo saat menunjukkan barang bukti berupa sebilah clurit yang digunakan salah satu pelaku pembacokan terhadap kelompok siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Senin (12/12/2016) sore lalu. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Kekerasan Bantul dengan korban pelajar akhirnya terungkap.
Harianjogja.com, BANTUL -- Sebanyak lima remaja yang diduga pelaku pembacokan kelompok siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Senin (12/12/2016) sore lalu ditangkap Satreskrim Polres Bantul. Kelima remaja yang masih berstatus sebagai pelajar kelas XI di sejumlah SMA swasta di Jogja itu ditangkap sepanjang Senin (12/12/2016) malam hingga Selasa (13/12/2016) pagi.
(Baca Juga : KEKERASAN BANTUL : 5 Pembacok Siswa MUHI Diringkus, Siapa Mereka?)
Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan hingga kini pihaknya masih terus beupaya mengembangkan kasus tersebut. Terlebih terkait dengan motif penyerangan yang dilakukan oleh para pelaku.
Pasalnya, menurut keterangan, antara pelaku dan korban ternyata tak saling mengenal. Namun hal itu tak lantas membuat pihaknya menyerah. Baginya, dengan adanya barang bukti senjata tajam dan pengakuan korban bahwa pelaku menggunakan penutup muka, sudah cukup membuktikan pelaku memang sengaja berniat membuat onar.
Kendati begitu, pihak kepolisian belum berwenang untuk melakukan penahanan. Lantaran masih menunggu pendampingan Balai Pemasyarakatan (BAPAS), pihak kepolisian pun masih menerapkan status saksi pada kelima pelaku. Rencananya, kelima pelaku itu akan diancam dengan dua pasal berbeda, yakni Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) dan Pasal 169 jo Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan maksimal 7 tahun penjara.
“Kalau nanti sudah ada pendampingan dari BAPAS, status baru bisa kami tingkatkan menjadi tersangka,” tegas Anggaito, Selasa (13/12/2016).
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (12/12/2016) sore lalu, belasan siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang baru saja pulang dari piknik di Pantai Ngandong Gunungkidul mendadak diserang oleh kelompok pengendara motor bercadar. Kejadian itu berawal ketika kedua kelompok itu saling berpapasan di Jl.Imogiri-Panggang, tepatnya di Dusun Lanteng, Desa Selopamioro. Tak lama setelah berpapasan, rombongan pelaku yang sudah lewat lebih dulu mendadak berputar balik arah menuju rombongan korban sambil menyabetkan senjata tajam dan melempari batu.
“Mungkin karena panik, rombongan siswa SMA Muhammadiyah 1 pun kocar kacir. Bahkan mereka ada yang terjatuh,” kata Anang, salah satu warga sekitar lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.