HARI AMAL BHAKTI : Warga Lintas Agama Kerjabakti Bersihkan Klentheng Gondomanan

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Selasa, 03 Januari 2017 16:55 WIB
HARI AMAL BHAKTI : Warga Lintas Agama Kerjabakti Bersihkan Klentheng Gondomanan

Staf dan karyawan Kemenag Kota Yogyakarta membersihkan jelaga yang menempel pada dinding di Vihara Buddha Prabha sekaligus Klenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Yogyakarta, Selasa (03/01/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Hari Amal Bhakti diperingati warga lintas agama di Jogja untuk melakukan bersih-bersih tempat ibadah

Harianjogja.com, JOGJA-Memeringati Hari Amal Bhakti ke 71, Kementerian Agama Kota Jogja bersama puluhan warga lintas agama membersihkan Vihara Buddha Prabha Gondomanan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk semakin memperkokoh kerukunan antar umat beragama.

"Selama ini Jogja menjadi kota yang dijuluki city of tolerance. Ternyata ini tidak sekadar slogan saja, tetapi dibuktikan dengan aksi nyata. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan," ujar salah satu pembina dari Vihara Buddha Prabha, Ariyanto Tirto Winoto, Selasa (3/1/2016).

Vihara yang juga merupakan Klentheng Fuk Ling Miau ini menjadi salah satu tempat ibadah yang dibersihkan oleh sejumlah masyarakat lintas iman.

Ariyanto mengungkapkan, partisipan dalam kegiatan ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk membina kerukunan antar umat beragama di Kota Jogja.

"Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan terus, sehingga dapat menepis isu-isu perpecahan kerukunan antar umat beragama di kota ini," ungkap Ariyanta.

Kegiatan yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu diikuti dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya dari guru-guru agama, staf Kantor Kemenag Kota Jogja, dan penyuluh agama. Koordinator kegiatan bersih-bersih tempat ibadah, Totok Tejamano mengungkapkan kegiatan ini dilakukan setiap tanggal 3 Januari. Kegiatan bakti sosial tersebut dilakukan di 89 tempat ibadah.

"Ada 88 masjid dan mushola, serta satu vihara. Karena keterbatasan tenaga, jadi untuk gereja dan pura, hanya difokuskan di vihara ini," ujar Totok.

Totok mengungkapkan, tujuan kegiatan ini dilakukan untuk membaktikan diri pada aksi-aksi sosial. Selain itu, paling penting yakni sebagai upaya membangun bersama kerukunan antar agama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online