UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Ilustrasi angin kencang (JIBI/Solopos/Dok.)
Cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi di Seyegan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Seyegan dan Tempel, Sleman. Belasan pohon tumbang mengakibatkan sejumlah kerusakan sejumlah rumah warga.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=781726">CUACA EKSTREM : Disapu Angin, Seyegan Porakporanda
Wilayah Seyegan merupakan lokasi paling parah diterpa angin kencang. Belasan pohon tumbang di wilayah Desa Margodado, Margokaton, Margomulyo dan Banyurip (Seyegan). Angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Banyurejo (Tempel).
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, bersama relawan, warga dan kepolisian langsung melakukan evakuasi terkait peristiwa tersebut.
“Selain mengevakuasi pohon, kami juga memberikan bantuan terpal untuk kerusakan atap,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, Rabu (4/1/2017)
Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Pohon tumbang, katanya, terjadi di enam titik lokasi wilayah Seyegan dan dua titik lokasi di wilayah Tempel. Pohon-pohon yang tumbang tersebut berdiameter antara 10 hingga 60 centimeter.
“Saat ini kami sedang menginventarisasi kerugian material akibat bencana tersebut,” katanya.
Potensi Hujan
Koordinator Pos Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY Joko Budiono mengatakan, hujan ringan dan sedang disertai angin kencang masih akan melanda wilayah DIY hingga tiga hari ke depan. Dari pantauan kondisi atmosfer terkini, kata Djoko, kelembaban udara di DIY cukup tinggi sebesar 80-90%.
“Angin baratan cukup kuat dan liputan awan cukup banyak. Kondisi ini menyebabkan potensi hujan ringan-sedang,” tandasnya.
Dia menjelaskan, puncak musim hujan di DIY terjadi mulai pertengahan Januari hingga Februari 2017. Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin.
“Kami membuka layanan informasi cuaca 24 jam melalui call center 0274-2880151,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.