Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Ilustrasi pengemis di Solo (Dok/JIBI/Solopos)
Perda gepeng diintesifkan dengan menertibkan
Harianjogja.com, JOGJA -- Pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan HB X tentang maraknya gelandangan dan pengemis di kawasan Malioboro ternyata juga dikeluhkan sejumlah wisatawan. Menindaklanjuti hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja berupaya meningkatkan intensitas penertiban gepeng di kawasan wisata ini.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2016/10/19/perda-gepeng-dinsos-akui-ada-mobilisasi-pengemis-ke-jogja-761763">PERDA GEPENG : Dinsos Akui Ada Mobilisasi Pengemis ke Jogja
"Ya, terkadang mengganggu juga. Misalnya saat sedang makan, atau sedang duduk-duduk santai," ujar Novita Rani, salah satu pengunjung Malioboro asal Jakarta, Rabu (4/1/2017).
Tak semua wisatawan terganggu oleh keberadaan gelandangan dan pengemis di kawasan wisata primadona Jogja ini. Kurniadi, warga Surabaya yang tengah berlibur di Jogja mengaku tidak terlalu keberatan dengan adanya gelandangan.
"Kalau saya asal tidak mengganggu tidak masalah. Tetapi jika memang mengganggu ketenangan boleh saja ditindak," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.