UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Ilustrasi pedagang cabai (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harga kebutuhan pokok cabai masih cukup tinggi
Harianjogja.com, SLEMAN- Harga cabai naik di wilayah Sleman dijual Rp90.000 per kilogram. Cuaca buruk dan permintaan yang tinggi selama libur akhir tahun menjadi penyebabnya.
Subardi Krisnani, pemilik warung makan di Beran, Tridadi, mengatakan, kenaikan cabai terjadi secara bertahap sebelum natalan. Dari harga Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kg.
“Saat tahun baru, cabai dijual Rp100.000 kalau sekarang Rp80.000. Waktu sebelum malam tahun baru, susah dapatnya. Kalau sekarang sudah enggak lagi,” kata Krisnani, Rabu (4/1/2017)
Dia mengatakan, kenaikan harga cabai dapat diprediksi sebelumnya. Menurutnya, kenaikan harga cabai biasa terjadi selama musim liburan dan musim hujan. Beruntung, katanya, harga beberapa komoditas lainnya tidak melonjak tinggi.
“Telur sekarang harganya turun dari Rp22.000 menjadi Rp19.000 per kg. Beras, dan lainnya harganya masih wajar,” tandasnya.
Terpisah, Sekda Sleman Sumadi menjelaskan, kenaikan harga cabai memang dipengaruhi oleh permintaan pasar dan iklim. Dalam dua pekan terakhir, katanya, masyarakat merayakan sejumlah kegiatan seperti libur sekolah dan akhir tahun, perayaan natal dan juga hajatan.
“Saat ini banyak yang menggelar hajatan, permintaan tinggi akibatnya harganya mahal,” ujarnya.
Meski begitu, kata Sumadi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman masih belum memberikan laporan terkait kondisi dan harga komoditas di pasaran saat ini. Dia menilai ada dampak positif bagi petani terkait kenaikan harga cabai tersebut.
“Kalau harga komoditas tersebut sekarang naik, bagaimana para petani juga mampu melihat peluang. Kapan mereka bisa menanam agar memberikan keuntungan. Itupun juga harus melihat pranoto mongso,” ujar Sekda yang baru kemarin dilantik itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.