DOPING ATLET : Atlet Binaraga DIY Peraih Medali Perak PON XIX Terbukti Gunakan Doping

Jumali
Jumali Selasa, 10 Januari 2017 17:57 WIB
DOPING ATLET : Atlet Binaraga DIY Peraih Medali Perak PON XIX Terbukti Gunakan Doping

Ilustrasi laga cabang olah raga binaraga di PON XIX Jawa Barat 2016. (JIBI/Solopos/Antara)

Doping atlet mencoreng nama atlet DIY

Harianjogja.com, JOGJA -- PB PON XIX-Peparnas XV/2016 telah mengumumkan nama-nama atlet yang positif menggunakan doping,  Senin (9/1/2017) di Ruang Sanggabuana, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung.

Dari 12 nama atlet, terdapat satu atlet peraih medali perak di cabang Binaraga asal DIY, Rahman Widodo yang dinyatakan positif menggunakan doping.

Adapun pengetesan penggunaan zat terlarang tersebut telah dilakukan oleh Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dengan mengirimkan sampel urin para atlet ke Laboratorium Anti Doping di New Delhi India, beberapa waktu lalu.

Dari hasil pengujian, Rahman dinyatakan mengkonsumsi obat yang mengandung doping jenis Clenbuterol, mesterolone, metanole dan prostanolone. Atas kasus ini, Rahman terancam kehilangan medali perak dan harus mengembalikan bonus yang sudah diberikan oleh Pemda DIY sebesar Rp75 juta.

Ketua kontingen PON DIY Mansur mengatakan, sebelum diumumkan ke media, informasi identitas atlet yang menggunakan doping saat tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional(PON) di Jawa Barat lalu sebenarnya telah didapatkan pihaknya beberapa waktu lalu.

KONI DIY, lanjut Mansur pun telah melakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah dengan berkoordinasi dengan Badan Abritase Olahraga Indonesia (BAORI) DIY untuk mencari fakta dan data atas informasi tersebut.

Terpisah, Ketua BAORI DIY Achiel Suyanto menyatakan pihaknya memilih untuk menunggu surat resmi dari KONI pusat atau PB PON. Sebab, tanpa adanya surat resmi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengambil langkah terkait doping.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online