PERTANIAN BANTUL : Target 1.995 Hektare Tanaman Padi Baru Tercapai 35%

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Rabu, 11 Januari 2017 13:55 WIB
PERTANIAN BANTUL : Target 1.995 Hektare Tanaman Padi Baru Tercapai 35%

HarianJogja/Gigih M. Hanafi Sekumpulan burung kuntul (Ardeola, Sp) mengelilingi pembajak dengan traktor di areal persawahan Patalan, Kec. Jetis, Bantul, Sabtu (14/3). Predator alami hama pada tanaman padi ini selalu bermigrasi menuju persawahan yang sedang dibajak untuk mencari makan, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman semakin mempersempit burung tersebut untuk mencari makan secara alami.

Pertanian Bantul menargetkan tanaman padi seluas 1.995 hektare

Harianjogja.com, BANTUL-- Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul menargetkan lahan pertanian seluas 1.995 hektare ditanami padi pada awal 2017.

Target yang dicanangkan tersebut sebagai Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kepada DPPKP Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi mengatakan, saat ini baru sekitar 35% target tersebut tercapai. Tapi pihaknya optimis sampai akhir Januari target itu terealisasi. Pasalnya, saat ini sudah banyak petani yang mulai menanam padi.

"Daerah yang banyak menanam padi itu seperti di Sanden, Bambanglipuro, Kretek, kalau di Sedayu sebagian sudah mulai," ujarnya, Selasa (10/1/2017).

Dari 1995 hektare tanaman padi ini, Pulung memperkirakan per hektare sawah bisa menghasilkan 7,78 ton gabah. Oleh sebab itu, dia optimis tahun ini Bantul dapat swasembada pangan, terutama padi.

Pasalnya memang hingga Februari mendatang intensitas hujan masih lumayan tinggi, sehingga memang tanaman padi yang tetap direkomendasikan.

Sementara itu dengan adanya target 1.995 hektare tanaman padi di Bantul, Pulung mengaku tak berani menganjurkan ke petani menanam tanaman lain.

Sebab, dengan intensitas hujan yang tinggi, tanaman lain macam cabai akan sulit berkembang, dan jika dipaksakan malah gagal panen.

"Tanaman lain seperti cabai resikonya besar, apalagi tanaman itu termasuk padat modal. Jika dipaksakan, dikhawatirkan justru petani yang rugi," ulasnya. "Kalau tanaman cabai per hektare modalnya ya sekitar Rp 40 juta," tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online