BANDARA KULONPROGO : Soal Groundbreaking, Presiden Diberi Dua Alternatif

Sunartono
Sunartono Jum'at, 13 Januari 2017 09:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Soal Groundbreaking, Presiden Diberi Dua Alternatif

Warga diberikan penjelasan akan detail ganti rugi yang akan didapat atas pembangunan bandara Temon di Balai Desa Glagah, Glagah, Temon, Kamis(23/6). Pada minggu pertama musyawarah bentuk ganti rugi sejumlah polemik mulai muncul antara lain perbedaan ganti rugi bangunan ilegal dan warga yang menginginkan ganti rugi dalam bentuk uang dan relokasi. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo, pembangunan diharapkan segera berjalan

Harianjogja.com, JOGJA -- PT Angkasa Pura I menggelar rapat tertutup bersama Pemda DIY terkait persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo di Ruang Rapat Sekda DIY, Kompleks Kepatihan, Kamis (12/1/2017). Dua alternatif lokasi ceremonial peletakan batu pertama disodorkan kepada Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan hadir.

Manajer Proyek Pembangunan NYIA Kulonprogo PT Angkasa Pura I Sujiastono mendetailkan, ada dua lokasi yang akan disampaikan kepada Presiden sebagai tempat seremoni. Salahsatunya adalah di sebuah lahan yang berdekatan bekas markas Satuan Radar 215 Komando Sektor Pertahanan Udara (Kosek Hanud I) TNI AU di Dusun Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo. Faktor keamanan menjadi salahsatu alasan memilih lahan di dekat markas Satradar sebagai salahsatu alternatif.

Ia memastikan, tidak ada persoalan yang membelit di lahan tersebut. Lahan alternatif pertama di bekas Satradar 215 itu merupakan milik warga dan sudah dibayar ganti rugi oleh PT Angkasa Pura. Lahan tersebut tidak berpenghuni dan hanya ada beberapa hewan piaraan yang akan segera dipindahkan pemiliknya.

"Sat Radar tidak masalah, Satradar tidak di apa-apain, [posisi rencana lokasi] ini Sat Radar, sebelahnya," kata dia, Kamis (12/1/2017).

Sedangkan alternatif kedua, lanjut dia, dipilih sebuah lokasi yang berada di pinggir Jalan Jogja - Purworejo, yang berada di kawasan antara Palihan dan Kebonrejo, Kecamatan Temon. Lokasi di dekat Jalan Nasional sengaja dipilih sebagai alternatif tempat groundbreaking, agar bisa disaksikan masyarakat. Namun, Sujiastono menegaskan, hal itu baru sebagai alternatif, selanjutnya presiden yang memilih. Begitu juga dengan waktu tanggal 23 Januari 2017 juga masih bisa berubah karena hingga, Kamis (12/1/2017) belum ada jawaban dari presiden.

"Jangan banyak opsinya nanti kalau banyak yang milih bingung. [Alasan memilih] Kalau di jalan kan bisa dilihat masyarakat, apalagi itu jalan negara. Tinggal kita menunggu kapan tanggal pastinya saja, masih bisa berubah tergantung kehendaknya Presiden kan yang menentukan presiden," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online