INVESTASI EMAS : Kepemilikan Gadget Jadi Prioritas, Emas Tertinggal

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Sabtu, 14 Januari 2017 09:20 WIB
INVESTASI EMAS : Kepemilikan Gadget Jadi Prioritas, Emas Tertinggal

Karyawan Toko Emas Ikan Paus Ketandan sedang menunggu kios, Jumat (13/1/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Investasi emas tahun 2016 tak sebaik setahun sebelumnya.

Harianjogja.com, JOGJA -- Situasi ekonomi dunia yang tak menentu mempengaruhi penjualan emas. Penurunan transaksi 2016 mencapai 25% dibanding tahun 2015.

Pemilik Toko Emas Ikan Paus Ketandan Wiratman mengakui lemahnya kondisi ekonomi membawa pengaruh pada bisnis emas yang ia lakoni. Setidaknya pencapaian penjualan pada 2016 kemarin menurun sekitar 25% jika dibandingkan 2015.

"Ya sangat terasa. Apalagi emas yang bagi orang mungkin jadi [investasi] nomor 10," katanya, Jumat (13/1/2017). Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=784253">INVESTASI EMAS : Jelang Imlek, Harga Emas Rendah

Menurutnya orang akan membeli emas saat kebutuhan pendidikan, sandang, papan, dan pangannya tercukupi. Terlebih saat ini kepemilikan gadget seakan menjadi prioritas sehingga investasi emas semakin tertinggal. Dalam kondisi harga emas murah seperti sekarang ini, permintaan konsumen juga tidak serta merta meningkat.

Ia mengatakan, untuk jangka pendek, emas memang tidak terasa keuntungannya. Namun, untuk jangka panjang, emas baru akan memberikan keuntungan investasi yang besar.

Hal tersebut juga senada dengan Marketing Management Representative Butik Emas Logam Mulia PT Antam Cabang Jogja, Joko Kurniawan. Ia melihat, keuntungan investasi emas jangka panjang bisa mencapai ratusan persen sehingga cocok bagi orang tua yang ingin mempersiapkan biaya pendidikan anaknya.

"Sejak 2004-2016, kenaikannya 500 persen. Hal ini membuktikan investasi emas menguntungkan," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online