Viral Menu MBG Ada Belatung di Wonogiri, Ini Penjelasan BGN
Menu MBG di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, diduga mengandung belatung. BGN menyebut temuan awal sebagai ulat sayur dan akan melakukan pengecekan.
Kriminal Sleman berupa aksi klithih yang terjadi pada September tahu lalu berhasil tertangkap pelakunya
Harianjogja.com, SLEMAN– Bersembunyi selama tiga bulan pelaku penganiayaan dengan senjata tajam terhadap rombongan pelajar di Dusun Mayangan Gamping pada akhir September lalu berhasil ditangkap petugas kepolisian.
ER, 17, warga Jetis Yogyakarta, ditangkap karena terbukti bersalah setelah melakukan penganiayaan yang menyebabkan tiga orang terluka.
Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi mengatakan pelaku berhasil ditangkap dipersembunyiannya di sebuah rumah di daerah Kricak, Tegalrejo. Sebelumnya selama tiga bulan pelaku berpindah-pindah tempat persembunyian untuk menghilangkan jejak.
"Sejak kejadian pelaku selalu berpindah-pindah tempat untuk sembunyi. Sampai akhirnya kita temukan pelaku di daerah Kricak," katanya, Senin (16/1/2017).
Dikatakannya, aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berawal saat pelaku dan teman-temannya pergi mengendarai tiga sepeda motor ke daerah Godean. Mereka hendak melakukan penyerangan terhadap sekolah lain karena salah satu kawan dari gerombolan tersebut memiliki masalah dengan salah satu siswa yang hendak diserang.
Namun karena tidak menemukan siswa yang diincar, kemudian rombongan pulang. Namun, di pertengahan jalan gerombolan pelaku tersebut justru bertemu dengan gerombolan korban yang ternyata geng sekolahnya juga memiliki masalah dengan geng sekolah pelaku.
"Motifnya jadi permusuhan antar geng sekolah. Bertemu di jalan saling lihat kemudian korban di babat dari belakang," ujarnya.
Kapolsek menambahkan saat berpapasan tersebut pelaku dengan menggunakan pedang sepanjang satu meter langsung mengejar dan menyerang korban. Serangan membabi buta dari pelaku mengakibatkan tiga orang pelajar MB, 17, MPD, 17 dan MRA, 17 mengalami luka di bagian punggung.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Gamping AKP Ngadi mengatakan dari enam pelaku yang dilaporkan, saat ini pihaknya baru berhasil menangkap satu pelaku. "Dua masih menjadi DPO, tiga orang lainnya yang menjongki motor masih dalam pengejaran," kata Ngadi.
Kepada penyidik pelaku ER mengaku bahwa pedang yang digunakan untuk melukai para korban dibuatnya sendiri dari sebuah olat besi. Kata dia, berbekal ilmu saat praktik sewaktu sekolah dulu dia mampu membuat pedang.
Kini pelaku yang harus mendekam di penjara Mapolsek Gamping akan terancam dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, UU darurat nomer 12/51, serta pasal 80ayat 2 UU perlindungan anak. "Ancaman hukumannya 5-15tahun penjara," pungkas Ngadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menu MBG di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, diduga mengandung belatung. BGN menyebut temuan awal sebagai ulat sayur dan akan melakukan pengecekan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 25 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.