Puan Desak Polisi Usut Kericuhan Demo 27 Agustus Diusut, GRIB Disorot
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Perajin saat membuat kain Jumputan Candi Ijo di sebuah showroom di Dusun Groyakan, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Kamis (19/1/2017). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Kain jumputan Candi Ijo merupakan upaya pemberdayaan masyarakat.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Mengusung motif relief bebatuan di Candi Ijo, kain jumputan candi ijo buatan warga Groyakan, Sambirejo, Prambanan, Sleman resmi dirilis, Kamis (19/1/2017). Kain jumputan candi ijo buatan warga tersebut disaksikan langsung United Nations of Education, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai pendamping pemberdayaan warga sejak 2015 lalu.
Kasubag TU BPCB DIY, Arie Setyastuti mengatakan pembuatan kain ini melibatkan pemberdayaan langsung dari masyarakat di Sambirejo. Dengan melihat unsur relief dari Candi Ijo yang berada di kawasan Dusun mereka membuat kain buatan mereka memiliki ciri khas tersendiri.
"Ide dan gagasan pembuatan kain juga dari masyarakat. Dengan demikian jika mereka sudah memanfaatkan maka dari diri mereka akan otomatis melestarikan obyek wisata (Candi Ijo)," katanya, Kamis (19/1/2017).
Dikatakannya ada berbagai motif yang sudah berhasil diciptakan oleh warga semuanya diambil dari filosofi relief Candi Ijo. Kata dia sudah ada sepuluh motif kain jumputan, namun ada 4 motif yang sangat digemari oleh pembeli antara lain, motif mutiara muntah,motif mahkota, motif kala, dan motif linggayoni.
Head Of Culture Unesco Jakarta, Bernads A Zako mengatakan, sebagai pihak yang mendampingi para warga melihat kemajuan selama satu tahun terakhir pihaknya sangat senang dan bangga. Masyarakat sangat serius dalam mengembangkan kain jumputan yang notabene menjadi kain khas dari wilayah mereka.
"Peluncuran ini showroom bisa untuk menumbuhkan ekonomi kreatif dari warga di sini. Selain itu kain jumputan juga bisa sebagai bentuk kontribusi untuk pariwisata di Candi Ijo," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Kemenhub memastikan refund tiket pesawat 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.